Android Ada Lubang Kemanan Serius, Google Berikan Pembaruan

0

Smartphone Android adalah solusi bagi setiap orang yang ingin update perkembangan teknologi. Harga yang terjangkau dengan spesifikasi mengagumkan membuat orang berbondong-bondong antri untuk membeli tipe terbaru dari banyak merek smartphone Android yang diluncurkan vendor berbai merek, baik lokal maupun internasional.

Kita pun memang harus mengakui dengan adanya smartphone Andorid, memudahkan banyak keperluan dan jalinan komunikasi yang bahkan sempat terputus bisa terjalin kembali. Jauh jarak bukan lagi halangan untuk berkreatifitas dan membawa perubahan positif pada orang-orang di luar jangkauan offline kita.

Kita bisa mengirim pesan, video, bahkan data penting perusahaan yang dulu hanya bisa dilakukan secara langsung karena belum ada perangkat komunikasi yang canggih seperti sekarang.

Banyak brand merek terkenal pun akhirnya ikut berlomba meluncurkan smartphone Android berbagai tipe dengan manfaat dan fitur yang dibuat senyaman mungkin untuk para penggunanya. Bersaing untuk memberi harga murah dan terjangkau sesuai budget dan kebutuhan. Tetapi akhirnya, mereka melupakan satu hal yang penting.

Hal penting apakah itu? Kalau kita mau sedikit saja melihat kembali ke belakang, kita harus sadar bahwa sampai saat ini Android memang bukan sistem operasi yang paling aman.

Bukti dari sistem operai yang belum aman adalah masih banyaknya serangan malware yang diketahui dari laporan para pengguna Android setelah menginstall aplikasi, baik install dari Google Play Store atau pun dari sumber lainnya.

Dari pihak Google sendiri tidak mengabaikan sepenuhnya kepada para pengguna Android. Mereka sering juga memberikan pembaruan update untuk menambal lubang keamanan di Anddori, setidaknya paling banyak 3 kali selama setahun.

Akan tetapi, memang ada lubang kemanan serius yang sangat kritis sudah ada di perangkat Andorid beberapa waktu belakangan ini. Lubang keamanan ini berhubungan dengan jutaan perangkat Android yang memakai prosesor dari MediaTek.

Dikutip dari Endgadget (4/3), kerentanan rootkit di dalam firmware CPU tersebut bisa menyebabkan sebuah skrip sederhana untuk melaksanakan rooting di perangkat Android. Ini semua bisa terjadi di pengguna smartphone kelas menengah, tablet, dan set-top box tanpa diketahui penggunanya.

 

Masih beruntung perusahaan mesin pencari raksasa Google ini mengaku sudah menjalankan penambalan lubang keamanan tersebut. Google akan segera merilis pembaruan tersebut dalam waktu dekat.

 

Kita memang harus mewaspadai para peretas yang rentan masuk ke sistem operasi kemanan Android kita. Mereka para peretas biasanya menjalankan exploit ini dengan beberapa cara. Yang paling umum digunakan ialah memasang aplikasi apa saja yang mereka mau tanpa sepengetahuan kita sebagai pengguna.

 

Selanjutnya, mereka bisa memberi izin tentang apa pun pada aplikasi apa pun juga untuk mengakses semua data kita yang ada.

 

Mengerikannya, jika ini berada di tangan yang salah, tentu saja akses root akan menyebabkan ransomware, dan secara perlahan menjadikan seluruh perangkat Android kita eror alias tak bisa lagi difungsikan.

 

Dari pihak MediaTek sendiri sudah mempunyai patch yang tersedia untuk membuat perbaikan atas kerentanan ini sejak Mei 2019. 

 

Memang tidak seperti Google, Media Tek tidak bisa memaksa OEM untuk membuat perbaikan pada perangkat mereka. 

 

Setidaknya, kita sebagai pengguna Android juga harus berhati-hati dan sering melakukan pembaruan keamanan seperti arahan Google untk menghindari kebocoran data atau peretasan dari para hacker yang ingin mencari keuntungan pribadi.

 

Semoga bermanfaat ya, Gaes. Tetap waspada, dan lakukan pembaruan keamanan segera.

 

Salam teknologi!

Leave A Reply

Your email address will not be published.