Ada Virus Trojan dalam Aplikasi Pendeteksi COVID-19?

0

Masyarakat masih berjibaku bersama berbagai pihak memerangi virus corona. Akan tetapi sungguh miris, ada saja pihak tidak bertanggung jawab. Para peretas memasang trojan di aplikasi pendeteksi covid-19, Gaes.

Kalian pasti kesal juga melihat berita ini? Bagimana bisa mereka melakukannya di tengah wabah yang sedang melanda dan menjadi krisis kemanusiaan di berbagai negara ini? Apa tujuan mereka melakukannya?

Yang mengesalkan, diketahui bahwa peretas menyelipkan malware berbahaya bernama Trojan Ginp pada aplikasi pendeteksi COVID-19 bernama Coronavirus Finder.

Baca Juga : Cara Menghapus Virus dengan CMD.

Perusahaan kemanan siber Kaspersky mengungkapkan bahwa aplikasi Coronavirus Finder tampil dengan antar muka (user interface, UI) sederhana.

Sebabnya, aplikasi Coronavirus Finder ini hanya akan memperlihatkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di sekitar pengguna.

Peneliti Keamanan Kaspersky Alexander Eremin mengatakan, peretas yang mengatasnamakan ‘Trojan perbankan’ ini memanfaatkan momentum pandemi corona untuk menyusup ke ‘Coronavirus Finder’. Aplikasi itu menampilkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di sekitar pengguna.”

Bagi pengguna aplikasi Coronavirus Finder yang penasaran dan ingin tahu lokasi mereka di sekitar orang terkena virus corona atau tidak, pengguna diharuskan untuk membayar 0,75 euro sekitar Rp 13 ribuan.

Kalau pengguna setuju melakukan pembayaran untuk melihat lokasi orang yang terinfeksi virus corona, maka tampilan akan dialihkan ke halaman pembayaran, Gaes.

Di halaman ini, pengguna awam akan diminta untuk memasukkan informasi detil tentang data kartu kredit mereka.

Baca Juga : Aplikasi Kesehatan Untuk Bantu tubuh Terhindar dari Virus Corona .

Bukannya kemudian memperoleh informasi tentang lokasi orang yang terinfeksi Covid-19, data kartu kredit kalian sebagai pengguna justru sudah melayang ke tangan hacker karena sudah dipindahtangankan oleh trojan Ginp.

“Oknum mendorong pengguna memasukkan data kartu kredit mereka ke dalam formulir, jadinya (peretas) dapat mencurinya,” ujar Alexander dalam siaran pers, Jumat (3/4). “Dan tentu saja, peretas tidak menampilkan informasi tentang orang yang terinfeksi virus corona di sekitar pengguna, karena memang tidak mempunyai datanya,” ujar Alexander. Sedangkan pengguna tidak bisa menarik kembali uang yang dibayarkan.

Baca Juga : Arti Lockdown-Social Distancing dan Istilah berhubungan dengan Corona Virus .

Walaupun kejahatan siber ini masih menargetkan pengguna yang tinggal di Spanyol dengan ginp di aplikasi pendeteksi corona versi baru dengan tanda ‘flash-2’, namun Kaspersky memperkirakan pelaku akan memperluas area serangannya ke negara lain karena dalam versi sebelumnya ditandai ‘lash-es 12’. Kemungkinan kurangnya ‘es’ dalam tag versi terbaru mengartikan pelaku kejahatan siber punya rencana memperluas serangan ke luar Spanyol. Mungkin juga akan segera masuk ke Indonesia.

Dan meskipun trojan Ginp bukan malware baru, tetapi Kaspersky baru melihat trojan yang biasa menyerang sektor perbankan justru dipakai untuk meraup untung dari pandemi.

Kaspersky memberikan tips agar pengguna terhindar serangan Trojan Ginp ini. Pertama, mengunduh aplikasi hanya dari Google Play Store dan menonaktifkan opsi menginstal aplikasi dari sumber lain.

Baca Juga : Cara Menginstall Aplikasi di Fitbit Smartwach .

READ  Xiaomi Luncurkan Fitur Pinjaman Online, Mi Credit

Kedua, bersikap skeptis jika ada yang terlihat mencurigakan. Jangan klik atau berikan data sensitif seperti info login, kata sandi, dan kredensial pembayaran.

Ketiga, jangan memberikan isin aksesibilitas ke aplikasi yang memintanya, selain aplikasi anti-virus. Keempat, gunakan solusi keamanan yang ampuh.

Gaes, itu tadi seputar info tentang alat pendeteksi covid-19 yang disusupi malware oleh orang tidak bertanggung jawab. Semoga saja virus tersebut bisa segera dimusnahkan dan semua orang bisa memanfaatkan alat pendeteksi covid-19 tanpa merasa ketakutan berlipat apakah dia positif corona, dan juga kehilangan uang karena salah mengklik data.

 

Semoga memberikan manfaat untuk kalian artikel ini ya. Salam teknologi, Gaes!

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.