Ahli Keamanan Peringatkan Work Form Home Rentan Diretas Hacker

0

Dunia masih berperang melawan corona virus yang belum juga usai. Banyak negara menerapkan kebijakan lockdown sampai social distancing. Seperti Indoensia juga. Pemerintah menghimbau warga untuk beraktivitas di dalam rumah dan mengkarantina diri untuk menghindari penyebaran covid-19 yang makin meluas.

Beberapa perusahaan pun akhirnya memberlakukan Work From Home atau kerja dari rumah. Hal ini karena tidak memungkinkan bagi perusahaan meminta para pekerja datang ke kantor sedang resiko penularan akan menjadi lebih cepat dengan hal tersebut.

Baca Juga : Kerja Dari Rumah pakai Aplikasi Zoom Cloud Meetings di PC atau Laptop .

Hal penting yang patut diwaspadai ketika kerja dari rumah adalah sistem keamanan siber kalian. Hacker atau peretas bisa saja memanfaatkan situasi saat kalian melakukan aktivitas bekerja di rumah.

Dikutip dari Channel News Asia, ahli keamanan siber memberi peringatan bahwa para hacker akan mencari keuntungan dengan meretas data dan informasi perusahaan saat para karyawan bekerja dan mengaksesnya dari rumah.

Baca Juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Gangguan Indihome.

Di Amerika Serikat dan Inggris sendiri, pejabat pemerintah sudah mengeluarkan peringatan tentang bahaya yang mungkin terjadi kepada para pekerja yang baru menerapkan bekerja dari rumah.

Hari Jumat (12/3/2020), pejabat keamanan siber Amerika mengingatkan para karyawan untuk melakukan pembaharuan Virtual Private Network (VPN) demi berjaga-jaga terhadap kejahatan siber terutama yang bisa saja menyerang email perusahaan.

Di samping itu, beberapa perusahaan teknologi mengaku mengalami lonjakan permintaan layanan keamanan siber untuk para karyawan yang bekerja di luar kantor.

Baca Juga : Cara GAnti Password WIFI Indihome dengan Pc atau Laptop .

Cisco Systems.Inc contohnya, mereka mengaku memperoleh lonjakan permintaan keamanan siber di perusahaannya. Tidak main-main, permintaan meningkat sampai 10 kali lipat dalam beberapa minggu terakhir.

Orang-orang yang belum pernah melakukan work from home mencoba untuk melakukannya dalam skala tertentu,” kata Wendy Nather, penasihat senior untuk Cisco’s Duo Security.

Ia mengatakan bahwa hacker mempunyai peluang untuk menerobos ke sistem perusahaan saat proses perpindahan data dari sistem kantor ke sistem komputer atau laptop rumah.

Proses ini berlangsung dengan memanfaatkan para staf teknologi informasi perusahaan yang akan sibuk mengurusi para karyawan yang bekerja dari rumah.

Baca Juga : Cara Mengembalikan Instagram Yang diHack.

Lebih banyak tekanan yang diperoleh para staf teknologi informasi, semakin besar pula peluang para hacker dengan menipu karyawan untuk mengungkap kata sandi mereka.

Para hacker awalnya akan berpura-pura untuk mengirim pesan pencurian kata sandi dan mengirim malicious software yang berhubungan dengan peringatan waspada virus corona.

Para pakar juga menemukan bahwa hacker dapat menyamar sebagai pihak dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) untuk membobol email dan mengakses data perusahaan kalian.

Bukan hanya itu, hacker juga mungkin bisa menipu para pengguna bitcoin sambil melakukan peretasan memakai aplikasi berkedok pembasmi virus di ponsel-ponsel Android.

Pekan lalu, peneliti di perusahaan Check Point Israel menemukan tersangka hacker yang disupport negara untuk membobol jaringan pemerintah Mongolia.

Baca Juga : Video Call Whatsapp di Laptop dengan Mudah Bisa Tanpa Emulator.

Di samping itu, saat kalian menerapkan Work From Home karyawan juga mudah terserang ancaman teknologi, termasuk pencurian atau kehilangan peralatan elektronik.

Itulah resiko serangan hacker ketika banyak karyawan melakukan Work From Home.

Jadi, Gaes. Berhati-hatilah saat mengakses data perusahaan kalian di rumah ya. Pastikan kalian secara berkala memperbaharui VPN agar tidak terserang para peretas yang ingin mencari keuntungan mereka sendiri.

Baca Juga : 10 Aplikasi VPN terbaik Gratis untuk Android 2020.

Pastikan juga kalian tidak melakukan aktivitas yang memancing hacker mampir ke laptop atau komputer kalian dengan memberikan kata sandi untuk sebuah kode dalam perusahaan kalian mungkin. Dengan begitu mereka akan berfikir ulang untuk meretas data kalian.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian.

Salam teknologi!

Leave A Reply

Your email address will not be published.