Alasan RAM iPhone Lebih Kecil dari Android

Apabila kalian penasaran, maka berikut akan dibagikan kepada kalian semua alasan yang membuat RAM iPhone lebih kecil dari android.

0

Biasanya semakin bertambah waktu akan semakin baik. Jika awalnya mempunyai RAM atau penyimpanan kecil, lain waktu akan memberikan penyimpanan yang lebih besar. Hanya saja ini tidak berlaku untuk iPhone, Gaes.

Sebuah perkembangan teknologi seharusnya memberikan dampak peningkatan. Meski tak signifikan, setidaknya ada perbaikan.

Begitu pula dalam kemajuan spesifikasi sebuah perangkat smartphone. Biasanya semakin bertambah waktu akan semakin baik. Jika awalnya mempunyai RAM atau penyimpanan kecil, lain waktu akan memberikan penyimpanan yang lebih besar. 

Hanya saja ini tidak berlaku untuk iPhone, Gaes. Meski terus menghadirkan produk tipe baru, RAM mereka tidak akan lebih besar dari android. Mengapa demikian?

Apabila kalian penasaran, maka berikut akan dibagikan kepada kalian semua alasan yang membuat RAM iPhone lebih kecil dari android.

Mari simak bersama kuy!

RAM iPhone Lebih Kecil dari Android

Ketika kalian melihat pomosi peluncuran iPhone baru dari Apple tersebut, akan jarang kalian temukan kapasitas RAM yang besar sebagai keunggulannya.

Contohnya iPhone 12 mempunyai RAM 4-6 GB, sedangkan perangkat andorid kelas atas kapasitas RAM nya bisa mencapai 16GB.

Walaupun RAMnya kecil, performa iPhone tidak kalah dengan android flagship berkapasitas memori du kali lebih banyak. Kenapa? Ada dua alasan yang melatar belakanginya.

Beda manajemen memori

Perbedaan yang paling mendasar yaitu pada perbedaan manajemen memori keduanya, perangkat iOS relatif lebih bagus dari Android.

Perangkat Android memakai virtual machine berbasis bahasa pemrograman Java supaya bisa berjalan di konfigurasi hardware yang tidak sama.

Pengembang hanya perlu menulis aplikasi sekali saja dalam Java, lalu virtual machine akan mengoperasikannya di sistem manapun, tanpa harus ditulis dan dikompilasi ulang.

Hanya saja, hasil kode translasi kode original aplikasi dan juga proses emulasinya sendiri, virtual machine ini kompleks dan memerlukan memori dan sumber daya besar.

Di samping itu, pada Java, memori yang sudah tidak digunakan lagi oleh aplikasi harus didaur ulang melalui proses yang dikenal sebagai Garbage Collection, agar dapat digunakan aplikasi lain.

Garbage Collection perlu RAM dalam jumlah besar supaya dapat berjalan secara lancar. Kalau RAM yang tersedia tidak mencukupi, maka perangkat akan sangat sering mendaur ulang memori dan membuat turun kinerja.

Virtual machine Java dan proses manajemen memori inilah yang membuat pabrikan Android banyak menyematkan RAM berkapasitas besar, supaya perangkat Android tetap berjalan secara lancar.

Lain halnya iOS, tidak ada masalah dengan manajemen memorinya. Dari awal sistem operasi berikut aplikasi-aplikasinya ditulis dan dikompilasi secara native memakai bahasa pemrograman Swift (dulu Objective-C).

Kode native ini nantinya diolah langsung oleh hardware dan membuat iOS tidak perlu virtual machine seperti Java pada Android yang boros memori RAM.

Karena, iOS dan aplikasinya memang dibuat hanya dapat berjalan di perangkat buatan Apple saja, tidak harus mengakomodir berbagai macam perangkat dengan konfigurasi hardware beragam seperti Android.

Di samping itu, proses manajemen memori aplikasi antara kedua OS juga berbeda. Di Android, manajemen memori dikendalikan sistem operasi. Sedangkan di iOS, dikendalikan aplikasi.

Beda sistem penerimaan notifikasi di aplikasi

Perbedaan ini misalnya dalam pesan instan dan media sosial, Gaes. 

Di Android, harus berjalan di latar belakang untuk dapat menerima notifikasi. Dan makin banyak aplikasi aktif, RAM yang digunakan juga makin besar.

Tetapi di iOS tidak. Aplikasi di iPhone tidak terhubung langsung ke server, tetapi melalui perantara server Apple.

Kelebihannya, aplikasi iOS tidak harus selalu aktif untuk dapat menerima notifikasi. Server aplikasi akan mengirim notifikasi ke server Apple dulu.

Setelah itu, server Apple akan mengirim notifikasi ke perangkat dan mengaktifkan aplikasi yang bersangkutan. 

Dengan demikian, perangkat juga tidak harus membuka banyak port komunikasi ke server berbeda untuk tiap aplikasi, contohnya ke server Facebook, Telegram, dan sebagainya. Tetapi hanya perlu dengan port ke server Apple saja sehingga lebih jauh menghemat penggunaan memori. Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.