Beberapa Eksekutif Xiaomi Turun Jabatan, Kenapa ya?

0

Perubahan secara besar baru saja terjadi di dalam sistem kepemimpinan perusahaan Xiaomi. Lei Jun, sang pendiri dari Xiaomi telah mengundurkan diri dari jabatan Presiden di perusahaan Xiaomi ini yang telah ia rintis tersebut.

Kabar ini muncul dari sebuah memo internal yang telah beredar di perusahaan Xiaomi pada pekan lalu. Surat edaran itu berisi bahwa ada pergeseran kepemimpinan di dalam jajaran eksekutif perusahaan Xiaomi, termasuk Sang Presiden, Lei Jun yang mundur dari posisinya dalam jajaran eksekutif perusahaan ini

Dalam sebuah surat, Lei Jun menuliskan bahwa adanya perombakan ini dilakukan karena  perusahaan Xiaomi ingin membentuk suatu tim yang sangat kuat untuk mendukung rencana perusahaan Xiaomi pada 2020 yang akan datang. Ia pun juga menegaskan bahwa tahun depan, Xiaomi akan lebih agresif dalam bisnis perangkat berbasis 5G.

“Tahun depan akan menjadi tahun yang agresif dalam bisnis 5G Xiaomi, dan itu juga akan menjadi tahun kunci bagi perusahaan Xiaomi untuk mempromosikan ponsel dan perangkat AIoT,” ucap Sang Presiden Xiaomi tersebut.

Posisi Lei Jun sendiri akan digantikan oleh temannya, Lu Weibing yang saat ini adalah Presiden dari Smartphone flasgship Xiaomi, Redmi.

Walaupun tidak lagi menjabat sebagai Presiden di perusahaan ini, Lei Jun tetap akan menjabat sebagai Chairman sekaligus CEO Xiaomi.

“Kami juga membutuhkan dukungan dari manajemen tim yang lebih kuat untuk meneruskan semangat inovasi dari perusahaan dengan mekanisme perputaran kader ini,” ucapnya.

Selain Lei Jun ada juga sejumlah eksekutif Xiaomi lainnya yang juga berganti posisi. Salah satunya adalah mantan Presiden Xiaomi, Lin Bin yang sekarang menjabat sebagai Vice Chairman dalam perusahaan ini.

Kemudian juga ada yang naik jabatan. Chief Financial Officer Xiaomi, Zhou Capital yang sekarang naik jabatan menjadi President of International Business Xiaomi.

Berdasarkan dari laporan keuangan perusahaan Xiaomi di kuartal ketiga (Q3) 2019, pendapatan dari bisnis smartphome Xiaomi turun sebesar 7,8 persen tahun-ke-tahun (YoY). Penyebabnya adalah adanya perlambatan di dalam pasar China.

Dalam catatan Canalys, pasar Xiaomi juga turun sebesar 9 persen dari 13,1 persen pada waktu yang sama pada tahun 2018.

Pertumbuhan perusahaan Xiaomi kali ini tercatat paling lambat sejak berada di bursa saham Hong Kong di tahun lalu sebesar 5,5 persen secara tahunan (year on year). Perubahan besar ini di pucuk kepemimpinan perusahaan Xiaomi ini diharapkan dapat membawa merk smartphone ini kembali bisa menyalip merk smartphone lainnya, seperti Huawei, Vivo, dan Oppo. Semoga ini dapat membawa Xiaomi kembali berjaya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.