Benarkah Film Contagion Ramalkan Virus Corona? Ini Faktanya!

0

Sampai saat ini, dunia masih berjuang menghadapi pandemi virus corona Covid-19 yang semakin menyebar hampir ke seluruh dunia. Sudah banyak cara dilakukan, mulai dari penerapan kebijakan lockdown, physical distancing, hingga pembuatan vaksin yang masih berlangsung sampai hari ini.

Di saat situasi masih memanas karena wabah ini, muncul serangkaian teori konspirasi yang mempertanyakan asal usul sesungguhnya virus mematikan ini. Yang paling booming adalah teori kasus Covid-19 ini telah diramalkan jauh sebelumnya lewat sebuah film Amerika bernama “Contagion“. Benarkah?

Fakta Film Contagion Sudah “Ramalkan” Virus Corona

Masih hangat beredar, film Contagion (2011) garapan sutradara Steven Sodenbergh kini ramai diperbincangkan banyak orang. Film bergenre science-fiction ini disebut sudah meramal peristiwa pandemi virus Covid-19, di mana pada film tergambar dalam virus MEV-1.

Mulai dari kesamaan daerah Tiongkok sebagai lokasi awal penyebaran virus sampai tingkat penyebaran yang masif dengan korban jiwa sampai ratusan ribu, semua sangatlah mirip.

Tetapi apakah semua itu benar? Langsung kita bahas bareng kuy!

Terinspirasi dari Pandemi Masa Lalu

Pada sebuah wawancara, sang sutradara mengungkapkan bahwa film yang ia buat ini terinspirasi dari penyebaran dua wabah besar yang melanda di tahun-tahun sebelumnya.

Dua wabah tersebut adalah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrom) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrom). Kedua wabah yang berasal dari gen virus Corona itu sebelumnya telah menginfeksi dan mengakibatkan banyak korban meninggal dunia.

Virus mematikan dalam film tersebut diberi nama Meningoencephalitis Virus One (MEV-1). Di sana, para penderita akan mengalami gejala kombinasi peradangan otak dan gangguan pernafasan akut.

Sedangkan dalam kasus virus Corona, orang yang positif terjangkit akan sangat bergantung pada sistem imunnya. Apabila ia kuat, ia takkan mengalami gejala apapun. Tetapi apabila lemah, sistem pernapasannya akan terserang.

Sama-Sama Bermula dari Tiongkok dan Hewan yang Sama

Dua film ini mirip. Dalam film Contagion, virus MEV-1 berasal dari hewan, atau yang dalam istilah medis disebut dengan penyakit zoonosis.

Penyakit ini asalnya dari hewan, sebelum akhirnya kemudian bermutasi dan melakukan penularan ke manusia. Dalam film Contagion, virus menyebar dari kelelawar ke babi yang dijual di pasar.

Babi itu nanti akan dimakan dan masuk ke dalam tubuh Beth Emhoff. Beth nanti akan dinyatakan oleh pemerintah Tiongkok sebagai “Pasien Nol” dari pandemik MEV-1.

Di kasus virus Corona, kelelawar yang dijual di pasar Tiongkok disebut sebagai asal muasal virus tersebut. Tetapi, para ilmuan belum bisa menyebut hewan jenis apa yang menjadi perantara virus ke manusia.

Kemampuan Penyebaran dan Durasi yang Berbeda

Pada kasus film Contagion maupun virus Corona, virus ini menyebar dengan waktu yang singkat dan langsung mennginfeksi ratusanribu orang secara masif dan cepat.

Perbedaannya terletak pada cara keduanya menginfeksi. Di film Contagion, virus MEV-1 menyebar dari manusia ke manusia lain hanya dari sentuhan fisik saja tanpa bermulai dengan gejala apapun.

Sedangkan, virus Corona menyebar melalui droplet atau cairan tubuh yang keluar dari tubuh manusia saat sedang batuk ataupun bersin. Di samping itu, virus ini juga bisa bertahan hidup lama dan menyebar lewat udara.

Oleh karena itu kalian dilarang menyentuh wajah, apalagi hidung dan mulut. Kalian juga wajib memakai masker ketika ada di luar ruangan.

Perbedaan Usia yang Terserang

Dalam film Contagion, virus MEV-1 melakukan penyerangan kepada siapa saja tanpa mengenal usia ataupun jenis kelamin. Mereka yang terinfeksi akan langsung mendapatkan gejala akut seperti radang otak dan infeksi saluran pernapasan.

Tidak hanya itu, mereka akan langsung kejang-kejang sebelum kemudian meninggal dalam kondisi mengenaskan.

Untuk kasus virus Corona, sebagian orang yang terinfeksi virus ini berusia lebih dari 60 tahun. Itupun sebanyak 75 persen di antaranya telah mempunyai riwayat medis yang bermasalah dan kompleks penyakitnya.

Dengan kata lain, virus Corona tidak separah virus MEV-1, karena virus Corona sendiri akan lebih berpotensi menyerang mereka yang sudah lanjut usia, dan mempunyai sistem imun rendah, serta telah menderita komplikasi penyakit.

Fenomena Panic Buying

Kesamaan dari kedua film di atas dan yang terjadi saat ini adalah fenomena panic buying, yaitu perilaku membeli barang secara berlebihan akibat pandemi yang ada.

Dalam film Contagion kepanikan terlihat jelas karena virus sudah menyebar. Mereka menyerbu semua toko dan supermarket yang ada. Barang-barang pokok habis sampai timbul chaos dan kekurangan stok, seperti yang sedang dirasakan saat ini di Indonesia. Banyaknya warga panik sampai memborong segala bentuk persediaan makanan, alat pembersih, sampai masker. Kejadian ini akhirnya memuat harga barang dan sembako melonjak berkali lipat. 

Peluang Sembuh Berbeda

Terlihat perbedaan yang cukup mencolok antara film Contagion dan kasus pandemi virus Corona saat ini. Dalam film ini, tidak ada pasien dapat pulih sepenuhnya setelah terinfeksi virus MEV-1. Ditambah lagi kalau virusnya sudah bermutasi dan memakan lebih banyak korban jiwa dengan penyakit yang ditimbulkan.

Sedangkan pada kasus virus Corona, dikutip dari situs ECDC, dari 425.059 kasus yang tersebar di seluruh dunia, sebanyak 109.225 pasien sudah sembuh sepenuhnya dari virus ini, dengan total korban meninggal 18.944 jiwa.

Kabar buruknya, pasca sembuh, pasien yang tadinya positif mengidap virus Corona akan turun kualitas pernapasannya. Ini karena virus Covid-19 sudah merusak jaringan paru-paru penderitanya secara permanen.

Penemuan Vaksin Tidak Sesuai Kenyataan

Bicara vaksin, memang jadi tidak masuk akal dengan kedua kasus yaitu lamanya durasi penemuan vaksin. Pada film Contagion, para peneliti dapat menemukan dan membagikan vaksin hanya dalam waktu 90 hari. Ini terdengar mustahil di dunia nyata. Karena untuk membuat vaksin biasanya membutuhkan riset mendalam dan waktu yang lama.

Bahkan sampai saat ini, sudah banyak instansi dan badan kesehatan internasional masih melakukan serangkaian uji coba dan riset untuk menciptakan vasin demi mendapatkan penangkal virus Corona tersebut.

Dengan seluruh prosedur yang dilakukan, para ilmuan berspekulasi vaksin baru nanti benar-benar bisa diproduksi dan dibagikan kepada publik setahun mendatang. Lama ya?

Dengan demikian bisa kita simpulkan bahwa teori film Contagion yang bisa meramalkan terjadinya pandemi virus Corona tidak sepenuhnya benar.

Walau begitu, kalian juga harus tetap menjaga kebersihan dan keamanan diri. Jangan kelaur rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Lebih baik membaca artikel di techjak.com saja.

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Gaes.

READ  Mantan Petinggi Lenovo Masuk ke Xiaomi

Leave A Reply

Your email address will not be published.