Cara Mengatasi Smartphone Suka Mati Sendiri

0

Pernah tidak sih kalian sedang enak-enak pakai smartphone, tiba-tiba malah mati sendiri. Kalau tidak mati sendiri, kadang restart sendiri. Hal ini tentu saja menjengkelkan. Apalagi kalau sedang bekerja, bisa-bisa tidak tersimpan kerjaannya.

Jujur saja, saya sendiri pun sering mengalami masalah ini. Smartphone yang saya pakai, sampai saat ini kadang-kadang suka mati atau restart sendiri. Dan ini terjadi tiba-tiba begitu saja.

Baca Juga : Cara Mengatasi Android Yang Restart Setipa Membuka Aplikasi .

Gejalanya muncul ketika saya sedang browsing, baca cerita (wattpad), atau sedang nonton film umumnya. Memang tidak terlalu sering, tapi lumayan menganggu juga.

Lebih dari itu, masalah ini pun ternyata bisa dialami oleh semua merk dan tipe smartphone.

Penyebab Smartphone Suka Mati Tiba-Tiba

Sesungguhnya, apa faktor-faktor yang bisa menyebabkan masalah seperti ini? Kalian penasaran juga? Simak langsung yuk pembahasannya di bawah ini.

Status baterai error. Yaitu misalnya kondisi baterai masih 80%, padahal sebenarnya kapasitas tersisa tinggal 4%. Ini bisa membuat smartphone sering mati sendiri meski baterai terlihat masih banyak.

Baca Juga : Cara Mengatasi Galeri Telah Berhenti .

Sistem crash, dan biasanya diawali dulu dengan kerja smartphone yang macet, lag, dan sejenisnya, sebelum akhirnya mati. Penyebabnya bisa karena sistem tidak stabil, atau RAM yang sudah terlalu penuh.

Baterai smartphone rusak, atau sudah tua, bisa membuat smartphone suka mati sewaktu dipakai.

 

Smartphone terlalu panas. Kondisi ini dinamakan overheat, di mana chipset (komponen smartphone) yang temperaturnya terlalu panas. Smartphone sengaja dimatikan oleh sistem, bertujuan agar tidak ada kerusakan oleh suhu ekstrim yang ada.

Efek samping root. Rooting smartphone Android memang bisa mendatangkan banyak manfaat. Tetapi di sisi lain, ada juga resiko yang mungkin terjadi. Termasuk beresiko membuat smartphone mati, seperti yang sedang dibahas kali ini.

Ada komponen rusak. Untuk komponen spesifiknya apa, ini bisa berbeda-beda. Bisa dari yang ringan seperti konektor baterai, sampai masalah komponen IC.

Cara Memperbaiki Smartphone yang Suka Mati Sendiri

Sebelum kita membahas cara memperbaiki smartphone yang suka mati sendiri. Saya akan membagi penyebabnya menjadi 2 golongan besar. Pertama komponen, kemudian sistem.

Berikut ini bagaimana caranya untuk memperbaiki smartphie yang suka mati sendiri.

Lakukan Perbaikan pada Status Baterai Error

Masalah smartphone yang suka mati tiba-tiba ini bisa disebabkan karena status baterai yang ditampilkannya, berbeda dengan isi baterai tersisa secara real-nya. Hal ini jelas bisa menyebabkan Android mati sendiri secara tiba-tiba, ketika isi baterai sebenarnya sudah habis.

Cara mengatasinya tidak sulit. Kalian bisa melakukan kalibrasi baterai dengan aplikasi yang bisa didapat di Google Playstore.

Baca Juga : Cara Mengatasi Find Codes di GOM Player .

Pertamanya, download aplikasi Battery Calibration di Playstore. Kemudian kalian buka aplikasinya.

Silakan charge baterai sampai penuh. Saat baterai full, kabel charger jangan dulu dicabut. Kalian segera lakukan kalibrasi pada aplikasi yang masih terbuka tadi. Dan terakhir, kalian bisa cabut kabel chargernya.

Status baterai error ini memang jarang terjadi. Hanya terkadang muncul dalam keadaaan tertentu, seiring lamanya pemakaian smartphone.

Keadaan seperti apa yang bisa memicu terjadinya hal ini? Beberapa contoh utamanya adalah seperti yang saya rangkum di bawah ini ya.

Pertama, setelah update sistem, Android mungkin tidak akan selalu lancar-lancar saja. Bisa ada bugbug tertentu yang mungkin muncul.  Salah  satunya adalah status baterai yang error ini. Rooting Android kadang juga berdampak pada status baterai yang menjadi tidak akurat.

Berikutnya menginstal custom ROM. Setelah install, biasanya status baterai akan error. Tapi ini tergantung merk dan tipe yang dipakai juga.

Baca Juga : Cara Mengatasi Smartphone Asus yang Cepat Panas .

Ada beberapa penyebab lain yang belum bisa dijelaskan. Bahkan, status baterai yang error juga bisa muncul tiba-tiba.

Dengan melakukan kalibrasi, status baterai pada sistem akan disesuaikan kembali, sehingga bisa menampilkan data yang lebih akurat.

Sedikit informasi untuk kalian, kalibrasi ini gunanya untuk memperbaiki status baterai smartphone yang error, bukan untuk membuat smartphone jadi lebih hemat. Ini karena masih banyak yang salah paham.

Perbaiki Sistem Smartphone yang Crash

Sistem yang dimaksud di sini, adalah ROM yang terinstal di smartphone. Terutama smartphone keluaran lama, yang jangka pemakaiannya sudah di atas 3 tahun. Biasanya, performa sistemnya juga  sudah menurun.

Untuk penyebabnya sendiri berbeda-beda, bisa karena memang sistemnya tidak stabil, memori internal yang penuh, terlalu banyak aplikasi, sampai terdapat bug pada sistem.

Baca Juga : Cara Mengatasi Video Kiriman di Whatsapp Tidak Tersimpan di Galeri .

Ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Pertama, update sistem. Yaitu pembaruan untuk sistem. Biasanya dirilis oleh vendor smartphone dalam sekian waktu sekali. Fungsinya untuk membuat sistem jadi lebih stabil, dan menambahkan beberapa fitur-fitur baru. Untuk cara update-nya, bisa cek di setting, klik Tentang Ponsel, dan tap opsi Pedas.

Kedua, rollback sistemRollback ini kebalikan dari update. Kalau “update” berarti memperbarui, sedangkan “rollback” berarti mengembalikan sistem ke versi lama. Lakukan hal ini kalai masalah sistem crash terjadi setelah sistem di-update.

Baca Juga : Cara Mengatasi Unfortunatelly App Stopped di Android.

Ketiga, reset pabrik. Sekitar 80% masalah sistem, bisa diatasi dengan cara reset smartphone. Gunanya untuk mengembalikan pengaturan smartphone ke kondisi awal, sehingga sistem bisa jadi stabil kembali. Caranya mudah. Kalian tinggal pergi ke Settting, klik Cadangan dan Setel Ulang, kemudian tap opsi Kembalikan Smartohone ke Pengaturan Pabrik.

Ingat selalu, sebelum reset, pastikan kalian backup data-data penting dulu ya, Gaes.

Mengatasi Smartphone Suka Overheat

Biasanya smartphone menjadi panas karena banyaknya aplikasi yang berjalan secara bersamaan.

Selain itu, ini pun bisa disebabkan karena faktor bawaan dari komponen chipset processor smartphonenya, yang mungkin kurang stabil dan menimbulkan panas berlebih.

Baca Juga : Cara Membaca Pesan Whatsapp Yang Sudah Dihapus 2020.

Untuk solusi, kalau dijelaskan satu per satu akan cukup panjang. Lengkapnya Anda bisa coba baca artikel di waktu lainnya.

Oh ya, disarankan untuk mengatasi masalah overheating ini secepatnya, ya. Karena lama kelamaan, bisa membuat komponen smartphone rusak dan membuatnya tidak bisa dipakai lagi.

Solusi Smartphone Mati Sendiri Karena Masalah Root

Masalah root ini ada hubungannya dengan crash pada sistem. Sebab bukan tidak mungkin, ada beberapa aplikasi yang berjalan dengan hak admin tanpa kalian sadari. Sebab itu, coba unroot saja smartphone kalian. Tujuannya untuk menghilangkan akses root yang telah dibuat.

Bagaimana kalau akses root-nya tidak mau dihilangkan? Solusinya bisa coba kalian pakai aplikasi tambahan atau Tweak untuk menstabilkan sistemnya.

Lakukan Pembersihan File Sampah yang Menumpuk

Masalah root ini ada hubungannya dengan crash pada sistem. Karena bukan tidak mungkin, ada beberapa aplikasi yang berjalan dengan hak admin tanpa kalian sadari. Sebab itu, kalian bisa coba unroot saja smartphone kalian. Tujuannya untuk menghilangkan akses root sudah teslah dibuat.

Baca Juga : Cara Supaya Foto Whatsapp Tidak Langsung Tersimpna di Galeri

Bagaimana kalau akses root-nya tidak mau dihilangkan? Solusinya bisa kalian coba pakai aplikasi tambahan atau Tweak untuk menstabilkan sistemnya.

HP Anda Sudah Terlalu Tua

Smartphone yang terlalu tua, komponennya pun otomatis sudah melemah. Karena lamanya pemakaian, sistemnya pun pasti sudah tidak akan begitu stabil lagi. Termasuk karena file sampahnya yang juga sudah sangat menumpuk terlalu banyak.

Karena itulah smartphone yang suka mati sendiri lebih sering ditemui di sdmartphone yang sudah berumur, daripada smartphone yang masih baru.

Baca Juga : Tips Mematikan Autoplya Video Instagram

Terus mengatasinya bagimana? Apakah harus ganti smartphone? Tentu tidak. Kalian bisa mencoba opsi reset dan mengganti baterai smartphone. Dengan cara tersebut, biasanya kinerja smartphone akan jadi normal kembali.

Coba Scan Menggunakan Antivirus

Kenapa virus bisa membuat smartphone suka mati sendiri? Jawabannya adalah karena virus ini adalah jenis program yang suka berjalan tanpa kalian ketahui.

Kalau programnya ringan, mungkin tidak masalah. Tapi kalau memakan resource memori yang banyak, otomatis smartphone akan menjadi tidak stabil nantinya. Cara mengatasinya, coba pakai Antivirus yang tersedia di Playstore. 

Gunakan Aplikasi Pembersih RAM

Singkatnya ini adalah jenis aplikasi yang bermanfaat untuk mengoptimalisasi RAM secara otomatis agar tidak terlalu penuh.

Tetapi kalau kalian bisa mengatur aplikasi-aplikasi yang berjalan secara manual, maka pembersih RAM tidak diperlukan lagi.

Baca Juga : Cara Balas Pesan Otomatis Gmail Dengan Vacation Responder di Android.

Tapi lain halnya jika kalian tidak paham mengenai apa saja aplikasi yang berjalan, sisa kapasitasnya, atau bahkan tentang RAM itu sendiri. Kalian bsia coba pakai aplikasi pembersih RAM ini.

Coba Perbaiki Kerusakan Pada Komponen (Update!)

Penyebab terakhir, jika poin-poin analisa yang telah dilakukan masih nihil. Mungkin ada salah satu komponen smartphone yang mengalami kerusakan. Penyebab komponen yang rusak ini ada banyak sekali tentunya. Mulai dari baterai (seperti poin sebelumnya), sampai masalah IC.

Kerusakan komponen juga bisa disebabkan karena faktor internal (panas dan sejenisnya) atau eksternal (terkena air misalnya).

Oleh karena itu, ke depannya kalian wajib untuk lebih berhati-hati.

Baca Juga : Tips Mematikan Notifikasi Ulang Tahun di Facebook

Smartphone Android yang mati atau restart sendiri, tidaklah berbahaya, asalkan bukan komponennya yang rusak, melainkan masalah pada sistem.

Apalagi beberapa cara di atas akan cukup merepotkan dan memakan waktu. Seperti reset pabrik, yang artinya kita harus mengatur ulang smartphone dari awal lagi. Belum dengan masih harus menginstal aplikasi-aplikasinya.

Tapi jika rusaknya terletak pada komponen, mau tidak mau kalian pergi ke service center saja untuk lebih jelasnya kalau masih ada garansi.

Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.