Cara Mengetahui Kesehatan Baterai Tanam Android

0

Sebuah kemajuan teknologi pasti membawa kemudahan. Akan tetapi, tidak ada yang sempurna kan di dunia ini? Begitu juga dengan perkembangan teknologi perangkat mobile smartphone yang kini sudah canggih dengan memakai baterai tanam di perangkat mereka.

Akan tetapi, apakah umur baterai tanam ini bertahan lama? Ya, pastinya tergantung dari seperti apa kalian memakainya dalam kehidupan sehari-hari ya, Gaes,

Nah, untuk mengecek apakah kondisi baterai sehat atau tidak, biasanya kalian akan mengecek fisiknya secara langsung, dimana baterai yang normal itu tidak akan terlihat kembung.

Baca Juga : Segera Ganti Baterai Iphone Jika Memiliki Tanda2 ini

Akan tetapi, untuk non-removable battery alias baterai tanam bagaimana cara mengeceknya? Pasti masih banyak dari kalian yang belum tahu cara mengecek baterai tanamnya bagaimana kan?

Ini karena, kebanyakan dari kalian mungkin tidak terbiasa membuka smartphone dengan baterai tanam, sehingga metode pengecekannya pun akan berbeda.

Sebab itulah, saya disini akan memberikan cara mengecek kondisi baterai tanam smartphone kalian.

Ciri-Ciri Baterai Smartphone Tanam Sudah Mulai Rusak

Sebelum lanjut ke pokok penjelasan inti, kalian juga harus mengetahui dulu apa saja ciri-ciri dari baterai smartphone yang sudah mulai rusak.

Pertama, bentuk casing belakang mulai berubah. Baterai tanam pun lama-kelamaan bisa jadi kembung. Untuk beberapa jenis smartphone, bagian casing-nya mungkin akan ikut tertekan, sehingga mengakibatkannya jadi kembung.

Baca Juga : Baterai Iphone kami Sehat Begini Cara Ceknya

Kedua, smartphone suka mati sendiri. Sering pasti kalian mengalami ini. Saat sedang asyik membuka aplikasi, smartphone kalian tiba-tiba mati sendiri.

Ketiga, baterai sering berkurang drastis. Ini yang paling biasa ditemui. Kapasitas yang berkurang ini memang menjadi kelihatan tidak normal. Contohnya, hanya dalam 2 menit, tiba-tiba baterai sudah berkurang hingga 20%. Kadang lebih cepat bisa sampai 0%.

Keempat, baterai lama penuh saat dicas. Biasanya, untuk smartphone standar, proses pengecasan itu hanya perlu waktu 2 sampai 4 jam saja. Hanya saja untuk baterai yang sudah rusak, biasanya butuh waktu yang jauh lebih lama.

Kelima, baterai smartphone langsung habis saat dilepas dari charger. Masih berkaitan dengan gejala sebelumnya. Cirinya, disini baterai hanya bisa digunakan saat smartphone dalam keadaan dicas saja. Saat dilepas dari charger, maka smartphone akan langsung mati.

Keenam, layar smartphone berkedip. Ini karena tegangan baterai yang tidak stabil. Di samping layar berkedip, touchscreen juga kadang bergerak sendiri padahal tidak kita sentuh.

Ketujuh, smartphone mati total. Pada baterai yang sudah benar-benar rusak, dayanya tidak akan dapat terisi dan akan membuat smartphone jadi tidak bisa dinyalakan sama sekali. Ditambah lagi untuk baterai tanam, otomatis smartphone akan terlihat persis seperti smartphone yang mati total.

Baca Juga : Segera GAnti Baterai Iphone Jiga Memiliki Tanda-Tanda ini

READ  Cara Mudah Menolak Undangan Grup WhatsApp Tidak Dikenal

Penyebab kerusakan baterai smartphone yang lain bisa juga di antaranya suka main smartphone saat sedang dicas dan dalam keadaan panas, baterai korosi (meski jarang terjadi). Kemudian umut baterai yang sudah terlalu lama, charger yang dipakai kuragn pas, dan bisa jadi juga karena kalian melakukan charging terlalu lama.

Cara Mengecek Kondisi Baterai Tanam Smartphone

Ada beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk mengecek  kondisi baterai tanam di smartphone kalian.

Simak langsung kuy!

Pakai Smartphone dalam Keadaan Full Load

Biasanya setiap smartphone durasi ketahanan baterainya berbeda-beda. Tergantung dari pemakian kalian. Jika dipakai untuk game berkategori berat, maka dia juga akan cepat habisnya.

Misalnya, saat game berat kalian buka, maka komponen CPU, GPU (grafis), juga RAM (memori) akan bertambah banyak resource-nya, sehingga membutuhkan lebih banyak daya dari baterai tentunya.

Oleh sebab itu, kalian bisa coba mengeceknya dengan memakai smartphone untuk pekerjaan berat, entah itu bermain game, atau membuka aplikasi apa saja yang mungkin bisa membuat smartphone dalam keadaan full load. Atau, kalian juga bisa dengan membuka banyak aplikasi sekaligus. Misalnya langsung buka 8 aplikasi.

Baca Juga : Tips Mudah Merawat Sepeda Listrik

Kalau sudah, coba cek indikator baterainya. Kalau menurut kalau baterai berkurang secara normal dan masih masuk akal, berarti baterai tidak ada masalah apapun.

Akan tetapi, jika baterai berkurang dengan sangat cepat, contohnya dari 20% ke 17% dalam waktu beberapa detik saja, itu artinya baterai smartphone kalian memang sudah bermasalah.

Memakai Kode Pengecek Baterai

Kode pengecek baterai ini ada di banyak merk smartphone seperti ASUS, Xiaomi, Lenovo, Samsung, OPPO, Vivo, dan sebagainya. Ditambah lagi untuk tipe non-removable battery. Biasanya pasti sudah ada fitur ini.

Untuk caranya sendiri, silakan buka Dial Pad , kemudian kalian ketik *#*#4636#*#*  Setelahnya tunggu beberapa saat, maka nanti akan tampil menu baru.

Selanjutnya, masuk ke menu Battery Information atau Battery Statistic. Disana akan ada indikator baterai, yang jika masih bagus, biasanya ada ditulis Good atau Baik.

Apabila di smartphone kalian belum mendukung fitur ini, alternatifnya kalian dapat menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Memakai Aplikasi AccuBattery

READ  Cara Membuat Hotspot di Laptop

Aplikasi AccuBattery ini merupakan aplikasi yang mempunyai fungsi berhubungan dengan baterai smartphone. Cocok dipakai untuk berbagai jenis smartphone, baik tipe removable battery ataupun tipe non-removable battery (baterai tanam).

Cara menggunakannya mudah. Pertamanya, kalian bisa install terlebih dahulu aplikasi AccuBattery di Playstore. Lalu, habiskan daya baterai sampai 0%.

Baca Juga : 4 Cara praktis Agar GPS di Smartphone Android Lebih Akurat

Kalau sudah, sambungkan smatphone ke charger, lalu nyalakan smartphone.

Kalian harus memastikan juga kalau aplikasi AccuBattery sudah berjalan ya, Gaes.

Kalian tunggu sampai prosesnya selesai 100%. Setelah itu, lepas charger, kemudian buka aplikasi AccuBattery. Nanti disana akan ada informasi tentang Health baterai sekaligus estimasi daya tahannya.

Melepas Casing Belakang Smartphone

Jika kalian ingin lebih yakin kondisi baterai smartphone tersebut, dan memastikannya apakah masih bagus atau tidak, maka cara lain yang bisa kalian lakukan ialah dengan melepas casing smartphone, untuk melihat kondisi fisik baterai tersebut.

Baca Juga : Tips Memilih Casing Smartphone Yang Tepat

Baterai yang normal, biasanya bentuknya datar dan kondisi fisiknya yaitu informasi tertera dan stikernya masih bagus. Sedangkan baterai yang sudah rusak akan tampak sebaliknya.

Akan tetapi, melepas casing belakang smartphone dengan tipe baterai tanam agak sulit dilakukan, ditambah lagi untuk seorang pemula. Kalau pun masih ada garansi, maka garansi otomatis akan hangus begitu saja.

Lalu Bagaimana Jika Smartphone Baterainya Sudah Rusak?

Ini tentu kembali lagi pada kerusakan dari baterainya. Untuk smartphone  yang memakai  tipe baterai tanam, tentu baterainya akan lebih susah jika diganti sendiri.

Saran saya lebih baik langsung pergi ke Service Center sesuai merk smartphone kalian. Tetapi jika masalahnya ringan, kalian bisa coba solusi ringan dulu. Cotnohnya dengan melakukan kalibrasi, untuk memperbaiki indikator baterai.

Demikianlah sedikit penjelasan tentang cara mengecek kondisi baterai tanam pada smartphone. Semoga bisa bermanfaat.

Salam teknologi!

Leave A Reply

Your email address will not be published.