Cara Menjelaskan Virus Corona pada Anak

0

Wabah virus Corona saat ini makin banyak merenggut korban di seluruh dunia. Bahkan, pemerintah Indonesia sekarang juga sudah mengeluarkan perintah untuk semua masyarakat agar bekerja di rumah. Anak-anak sekolah pun diliburkan dengan harapan bisa menghindari pandemi Coivd 19 yang makin meluas.

Untuk anak-anak sendiri, kata virus Corona sebagian sudah tidak asing lagi. Meski masih ada yang bingung apa itu virus Corona.

Mungkin mereka juga akan bertanya kepada orang tua mereka, kenapa virus Corona menyebar sangat cepat sampai ke seluruh dunia dan mereka diliburkan belajarnya.

Dikutip dari Harvard Medical School, ada beberapa tips yang bisa membantu kita sebagai orang dewasa saat anak-anak bertanya tentang virus Corona.

Simak kuy.

Cara Menjelaskan Virus Corona pada Anak Tanpa Membuat Cemas

Gaes, meskipun di rumah kalian sudah ada berita ang mewakili informasi kepada semua orang, tetapi tidak semua bisa dipahami oleh anak-anak.

Kalian sebagai orang tua, atau saudara mereka yang lebih tua harus bisa menjelaskan kepada anak dengan kata-kata yang mudah mereka pahami. Karena mereka pasti mempunyai imajinasi yang rumit dan membuat mereka menceritakan bencana ini secara berlebihan sesuai pikiran mereka sendiri. Ini terjadi karena orang tua membahas dengan anak memakai bahasa yang mereka susah mengerti.

Untuk kalian orang tua yang butuh pemahaman mendalam terkait covid 19 ini, kalian bisa mengakses lewat situs yang terpercaya. Misal lewat Pengendalian dan pencegahan Penyakit (CD) yang sudah membagikan informasi terkait virus ini.

Apa itu Virus Corona?

Virus Corona adalah jenis baru SARS-CoV2. Ia adalah sejenis kuman yang bisa membuat orang merasakan gejala sakit ringan. Misalnya flu, batuk, bersin, dan juga sesak nafas. Kalau mereka bertanya aoa itu virus Corona, kalian mungkin bisa menjawab seperti ini.

Pertama, infokan kalau virus ini bisa menyebar seperti flu atau pilek. Selanjutnya, beri pemahaman bagaimana virus corona ini bisa menular, salah satunya lewat tetesan air liur.

Kemudian kalian juga harus menjelaskan bagaimana cara mencegah anak dari kuman agar tidak menyebar luas. Misalnya saat bersin dan batuk dengan menutupi siku, lalu cuci tangan dengan sabun di air mengalir. Usahakan menghindari tangan menyentuh mulut, mata, dan juga hidung anak.

Perlukah Memakai Masker?

Ketika anak melihat banyak orang memakai masker, mereka akan bertanya. Maka jawablah dengan cara yang mereka mudah pahami.

Contohnya, jelaskan bahwa yang memakai masker itu untuk orang yang sakit. Agar mereka tidak menyebarkan virus ke orang lainnya.

Jelaskan juga kalau masker biasanya dipakai petugas medis, seperti dokter dan perawat supaya mencegah penularan virus dari pasien yang mereka tangani.

Pertolongan Pertama saat Anak Demam dan Batuk

Buat kalian para orang tua, om dan tante yang punya keponakan, adik atau saudara yang lebih muda, jangan panik saat mendapati anak demam dan batuk.

Yang kalian perlu lakukan pertama kali adalah segera konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan tentang kondisi anak. Jika dokter tidak menyarankan pemeriksaan si kecil, kalian bisa membantu anak merasa lebih baik dan pastikan juga mereka terhidrasi dengan memberi minum secara teratur.

Selanjutnya, kalian pakai acetaminophen atau ibuprofen  untuk demam. Konsultasi juga berapa dosis yang tepat untuk si kecil.

Berikan juga batasan obat-obat flu bebas untuk anak di bawah 6 tahun. Karena obat tersebut tak terlalu membantu, plus ada efek sampingnya.

Kemudian, pastikan juga anak beristirahat dengan baik. Tidak terpaku di depan televisi atau media elektronik sepanjang hari. Jangan lupa perhatikan juga tana-tanda seirus kondisi sang anak.

Kalian harus segera mencari bantuan medis saat anak mengalami kesulitan bernafas (pernafasan cepat atau berat). Batuk yang tidak berhenti, demam tinggi tak kunjung turun meski sudah mendapat obat ibuprofen.

Gejala lain yang bisa kalian perhatikan adalah rasa kantuk yang tidak biasa dan tanda dehidrasi. Jika sudah demikian, segera periksakan anak ke dokter.

Apabila sang anak punya ruam yang tidak biasa, sering muntah atau diare, atau hal lainnya yang mengkhawatirkan, kalian juga harus periksakan ke dokter.

Seperti yang lumrah terjadi, orang tua biasanya mempunyai perasaan ‘spidey’ sangat baik saat ada sesuatu yang tidak biasa terjadi pada anak. Perasaan itu adalah intuisi yang biasa dirasakan saat ada sesuatu yang berbahaya atau mempunyao resiko yang mendekat pada anak.

Nah, Gaes. Semoga kalian menjadi orang tua atau saudara yang baik saat si kecil mengalami gejala ini. Segera lakukan pemeriksaan dini, dan tetap jaga kesehatan kalian.

Semoga info ini bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.