Cara Tetap Aman di Media Sosial

Aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram sangat bagus untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman ataupun rekan bisnis atau pelanggan, tetapi ingat bahwa scammer cyber dan pencuri identitas juga ada di platform tersebut. 

0

Aplikasi sosial media sampai saat ini memang menjadi media yang sangat bermanfaat untuk melakukan bisnis, berbagi momen sehari-hari, belajar, sampai media hiburan. Sayangnya ada beberapa oknum yang membuat media sosial menjadi rawan hacker atau peretasan.

Aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram sangat bagus untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman ataupun rekan bisnis atau pelanggan, tetapi ingat bahwa scammer cyber dan pencuri identitas juga ada di platform tersebut. 

Aplikasi sosial media sampai saat ini memang menjadi media yang sangat bermanfaat untuk melakukan bisnis, berbagi momen sehari-hari, belajar, sampai media hiburan. Sayangnya ada beberapa oknum yang membuat media sosial menjadi rawan hacker atau peretasan.

Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa kalian lakukan untuk tetap aman di media sosial untuk menghindari hal tersebut.

Kunci Pengaturan Privasi

Periksa pengaturan di akun media sosial kalian untuk memastikan nomor telepon dan alamat email kalian disembunyikan dari tampilan publik. Berikut adalah beberapa rekomendasi khusus platform.

Pertama, Pertimbangkan menyesuaikan pengaturan privasi Facebook untuk membuat postingan kalian hanya terlihat oleh teman atau teman dari teman, daripada menjadikannya publik.

Kedua, Hapus centang pada kotak “Discoverability” di kontrol keselamatan dan keamanan Twitter untuk mencegah pencarian memakai alamat email dan nomor telepon kalian. Kalau kalian hanya memakai Twitter untuk komunikasi pribadi (tidak seperti jaringan bisnis), pertimbangkan untuk mencentang kotak “Lindungi tweet Anda”, yang membatasi visibilitas postingan kalian kepada pengikut kalian.

Ketiga, di Instagram, jika kalian berencana untuk membagikan gambar pribadi (dan tidak mempromosikan bisnis) pertimbangkan untuk mengatur akun Anda menjadi pribadi .

Gunakan Pesan Teks untuk Mencegah Login Tidak Sah

Ada saat ketika dianggap bijaksana untuk mengecualikan nomor telepon kalian dari profil jejaring sosial kalian, tetapi itu adalah keputusan yang patut ditinjau kembali.

Pertimbangkan untuk memasok nomor smartphone kalian ke setiap platform, dan mengharuskannya memakai pesan teks untuk mengonfirmasi identitas kalian saat kalian masuk pada perangkat baru.

Proses ini, dikenal sebagai otentikasi dua faktor atau verifikasi masuk, bisa menjaga keamanan akun kalian meskipun nama pengguna dan kata sandi kalian dicuri.

Caranya mudah. Siapkan otentikasi dua faktor di Facebook . Facebook juga memungkinkan kalian untuk menyesuaikan berbagai pengaturan keamanan. 

Seperti mendapatkan peringatan untuk login yang tidak dikenali (ketika seseorang masuk dari perangkat baru atau browser web untuk pertama kalinya). Kemudian Aktifkan verifikasi masuk di Twitter. Lalu aktifkan otentikasi dua faktor di Instagram.

Stop Share Keberadaan Kalian

Berhati-hatilah untuk tidak membagikan alamat jalan kalian, yang bisa membantu pencuri menargetkan rumah kalian. Juga, berhati-hatilah dengan live ketika kalian bepergian untuk waktu yang lama ketika rumah kosong kalian bisa menjadi target.

Ingatlah bahwa kalian bisa mengungkapkan informasi ini secara tidak sengaja, tanpa mengetik apa pun, jika kalian mengizinkan kiriman atau gambar kalian ditandai dengan lokasi kalian. Untuk mencegahnya, kalian bisa menonaktifkan penandaan lokasi.

Di Twitter, hapus centang pada kotak “Tweet with location” pada halaman pengaturan “Privacy and safety”.

Untuk aplikasi seluler Facebook dan Instagram, kalian harus pergi ke pengaturan smartphone kalian, menemukan layanan lokasi, dan menonaktifkannya untuk aplikasi Facebook dan Instagram.

Hindari (dan Laporkan) Permintaan Teman Duplikat

Ketika kalian menerima permintaan untuk terhubung dengan seseorang yang kalian kenal, tetapi yang kalian pikir sudah menjadi teman atau pengikut, periksa ulang daftar teman kalian sebelum menerima undangan. Ketika pengirim sudah ada di daftar kalian, kemungkinan besar akun mereka telah diretas.

Penipu memakai akun palsu yang dikloning dari pengguna sungguhan untuk mengumpulkan “teman”, dan mengandalkan “teman bersama” ini untuk memperluas jaringan palsu mereka. Akun palsu bisa memakai foto dari akun nyata teman kalian untuk menipu kalian juga.

Facebook mempunyai ketentuan untuk melaporkan penipu ini yang secara otomatis memberi tahu teman yang ditiru sebagai bagian dari proses.

Di Twitter dan Instagram, orang yang berpura-pura harus melaporkan akun palsu sendiri, jadi kirim pesan kepada pengikut kalian untuk memberi tahu mereka bahwa mereka salah mengartikan.

Jangan Menggunakan Akun Media Sosial untuk Masuk ke Situs Pihak Ketiga

Banyak situs web pihak ketiga memberi kalian pilihan untuk mendaftar memakai kredensial Facebook, Google atau Twitter alih-alih mengatur nama pengguna dan password baru.

Pintasan ini menggoda, terutama saat kalian ingin melakukan pemesanan atau bergabung dalam diskusi, tetapi pikirkan dua kali. Dengan memakai opsi ini, kalian mungkin memberi situs baru lebih banyak informasi daripada yang kalian perlukan.

Lebih buruk lagi, apabila seseorang membajak informasi login sosial kalian, mereka bisa memperoleh akses ke akun pihak ketiga ini juga.

Apabila kalian sudah mengaktifkan akses ke situs pihak ketiga di Facebook, kalian bisa meninjau situs yang masuk secara otomatis dengan mengklik “Aplikasi” di sebelah kiri halaman Pengaturan.

Kalian bisa mematikan aplikasi integrasi satu per satu, atau kalian bisa menonaktifkan semua integrasi dengan situs dan aplikasi pihak ketiga dengan mengubah satu pengaturan.

Hindari Kuis dan Game yang Membutuhkan Akses ke Informasi Profil

Kuis “Menyenangkan” yang menjanjikan untuk menemukan pasangan sempurna kalian, membentuk tim pencuri bank, atau menguji loyalitas kampung halaman kalian sering kali hanyalah skema penyedotan informasi.

Sementara meyakinkan kalian bahwa mereka tidak akan memposting ke feed kalian tanpa izin, mereka membujuk kalian untuk menyerahkan info profil dan teman-teman kalian. Mereka bisa memakai info ini untuk membuat daftar untuk spammer.

Tangani Password dengan Hati-Hati

Jangan menyimpan password di peramban web kalian sebab kalau smartphone atau laptop kalian dicuri, password yang disimpan bisa memberikan akses ke akun sosial, situs belanja, dan email kalian, yang semuanya kemungkinan berisi banyak informasi yang bisa dipakai oleh pencuri identitas. Alternatif lain adalah melindungi password komputer kalian.

Pertimbangkan Perlindungan Pencurian Identitas

Kalau kalian khawatir bahwa data pribadi kalian mungkin telah disusupi, pertimbangkan untuk memakai produk perlindungan pencurian identitas untuk memberi tahu kalian jika ada penyalahgunaan.

Jika Kalian Memiliki Anak, Perhatikan Akunnya juga

Jika, dan ketika anak-anak kalian memakai media sosial, kalian ingin memastikan bahwa kalian melindungi mereka saat berada di media sosial. Penjahat bisa memangsa mereka, dan jika pengaturan privasi dan keamanan mereka tidak dikunci, itu bisa membahayakan keselamatan dan informasi pribadi mereka.

Seperti dalam pengaturan grup mana pun, kalian akan menemukan orang-orang dari setiap garis di media sosial, dari teman hingga penipu sampai penjahat. Hubungan yang baik adalah apa yang membuat kalian kembali, tetapi merupakan kesalahan untuk mengabaikan atau meremehkan orang yang berbuat salah.

Dengan tetap waspada dan mengadopsi beberapa praktik cerdas, kalian bisa tetap aman bermain di sosial media.

Baca Juga :

Semoga bermanfaat! Nah, dengan begini kalian akan lebih bisa mengetahui cara Aman untuk memakai sosial media. Hati – hati dalam mengutarakan hal – hal di platfrom media sosial dimana saja. Karena setiap hal – hal yang kalian posting  atau unggah pasti akan ada yang namanya ‘jejak digital’.

Leave A Reply

Your email address will not be published.