Facebook Resmi Didenda Sebesar RP 70 Triliun!

0

Pada hari Rabu (25/7/19) pagi waktu setempat, Facebook dijatuhkan sanksi oleh Federal Trade Comission (FTC) atau Komisi Perdagangan Amerika Serikat atas skandal Cambridge Analytica  dan beberapa kasus kebocoran data para pengguna Facebook. Karena kelalaian Facebok menjaga dan melindungi data pribadi para pengguna, FTC resmi menjatuhkan denda sebesar  5 miliar dollar AS atau berkisar Rp 70 triliun.Artinya, Facebook Resmi Didenda Sebesar RP 70 Triliun!

Denda ini merupakan denda paling besar sepanjang sejarah dari hukuman pelanggaran privasi dan keamanan data konsumen 20 kali lebih besar.

Namun, denda ini terbilang kecil dibandingkan jumlah pendapatan Facebook. Pada 2018, tercatat pendapatan Facebook sebesar 55 miliar dollar AS atau setara dengan  Rp 768 Triliun, 10 kali lipat lebih besar daripada denda yang baru dijatuhkan. Hukuman tertinggi sebelumnya pernah dijatuhkan oleh FTC yaitu kasus CFPB bersama Pemerintah AS melawan Equifax. Pada kasus tersebut, denda yang dijatuhkan FTC adalah sebesar  275 juta dollar AS.

Facebook Resmi Didenda Sebesar RP 70 Triliun

Menurut New York Times, Facebook membukukan pendapatan per kuartal pertama pada bulan April 2019 sebesar 15 miliar dollar AS (Rp 209 triliun) dan cadangan kas sebesar 40 miliar dollar AS (Rp 559,2 triliun).Denda resmi dijatuhkan oleh FTC karena Facebook telah terbukti lalai melindungi data privasi dan selanjutnya bocor dimanfaatkan pihak ketiga. Dan juga ternyata Facebook terbukti menyalahgunakan sistem face recognition dan memanfaatkan nomor telepon pengguna untuk kepentingan iklan.

Untuk mengingatkan kembali, awal tahun 2018 lalu, Facebook tersandung skandal penyalahgunaan data pribadi pengguna. Sebanyak 87 juta data pengguna berada di tangan firma analis data Cambridge Analytica. Data ini diduga disalahgunakan untuk keperluan pilpres AS tahun 2016. Sejak skandal itu menyeruak, FTC menggelar investigasi terhadap Facebook yang juga mendapat pengawasan ketat terkait penggunaan data pribadi pengguna. Selain denda, FTC juga mengharuskan Facebook untuk lebih komprehensif dan meningkatkan sistem keamanan serta mekanisme terbaru yang lebih transparan.

Salah satunya dengan menciptakan sebuah mekanisme untuk mengulas dan menelisik sisi privasi pengguna di seluruh produk yang diciptakan Facebook, baik perangkat lunak, kebijakan, layanan, maupun sistem teranyar di platformnya. Produk-produk ini juga harus dinilai kelayakan sistem perlindungan data penggunanya oleh sang CEO Facebook secara internal, bersama dengan para asesor pihak ketiga.

Melalui unggahan Mark Zuckerberg, selaku CEO via Facebook pada hari Rabu lalu menyetujui untuk membayar denda dan berkata akan menerapkan terobosan privasi terbaru untuk industrinya.

Sejalan dengan permintaan FTC, Mark Zuckerberg melakukan upaya dengan membuat komite yang secara khusus menangani aspek perlindungan dan privasi para pengguna Facebook. Dengan upaya ini, Zuckerberg memastikan pihaknya akan membangun sistem keamanan yang lebih kuat sehingga keamanan pengguna akan lebih terjaga dan terlindungi dengan baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.