Lensa Kontak Bisa Zoom Nantinya

0

Gaes, kalian pasti tahu bahwa mata adalah panca indera yang sangat penting untuk setiap manusia. Kita tidak akan bisa melihat suatu objek tanpa bantuan mata. Kita tidak bisa membedakan siapa yang ada di sekitar kita, dan apa saja yang ada di sekitar kita. 

 

Mata mempunyai fungsi yang sangat urgent untuk memindai segala sesuai di sekitar kita. Akan tetapi, mata manusia masih punya keterbatasan. Salah satunya untuk melihat sebuah obyek lebih dekat. Apalagi, untuk mereka yang mempunyai kelainan pada mata seperti penglihatan renadh, rabun jauh atau rabun dekat, dan gangguan penglihatan lainnya.

 

Akan tetapi kalian tidak perlu sedih, Gaes. Tidak lama lagi hal itu bisa terjadi. Hal apa? Hal dimana kita bisa melihat sebuah obyek lebih dekat, meski kita berada jauh dari obyek tersebut. Para ilmuwan sedang mengembangkan lensa kontak dengan fitur zoom.

 

Gaes, kita tahu untuk bisa melihat sebuah obyek jadi lebih dekat, kita membutuhkan alat bantu seperti teropong atau kamera. Meskipun masih terbatas, teknologi lensa dan kamera kini memang sudah berkembang pesat. Misalnya pengunaan di bidang terbatas seperti smartphone. 

Dengan demikian, wajar saja jika perkembangan selanjutnya mendekatkan teknologi ini untuk sesuatu yang lebih natural, yaitu panca indera kita yang urgent, mata kita.

Lensa kontak atau contact lens sendiri umumnya sudah biasa menjadi pengganti kacamata sejak lama. Disebabkan dengan adanya lensa kontak atau contact lens, kita sebagai pengguna tidak hanya terbantu dari sisi penglihatan, akan tetapi kita juga bisa memakainya sebagai kosmetik (fashion) atau style.

Yang lebih menakjubkan, para ilmuwan dari University of California San Diego mulai mengembangkan lensa kontak yang bisa melakukan zoom hanya dengan kedipan mata (mungkin seperti tap di layar smartphone). 

Para ilmuwan ini melakukan publikasi riset mereka lewat jurnal dengan judul  “A Biomimetic Soft Lens Control by Electrooculographic Signal“.

Para ilmuwan membuat lensa ini dengan bahan berasal dari bahan polymer yang fleksibel. Lensa ini nantinya bisa melaksanakan respon atas sinyal elektrik yang dipicu oleh mata lewat gerakan. Dalam hal ini melalui kedipan mata.

Lensa kontak atau contact lens ini akan bisa meniru bagaimana lensa mata kita bekerja. Saat mereka mendapat rangsangan elektrik, lensa kontak dapat menebal atau menipis. Dengan demikian titik fokus yang melewati lensa buatan ini pun akan berubah.

Adanya riset ini memang masih jauh dari sempurna. Prototipe lensa kontak ini masih bekerja dengan alat bantu lain berbentuk sensor yang terpasang di sekeliling mata. Sensor inilah yang akan mengenali sinyal elektrik di sekitar mata kita nantinya.

Sistem sensor ini juga sudah digunakan untuk mereka, orang-orang yang terbatas dalam menggerakkan bagian tubuh dan harus mengontrol alat bantu lain seperti kursi roda. Karena itulah, riset lensa kontak yang bisa melakukan zoom ini berusaha mendorong penggunaan teknologi lebih jauh lagi.

Kapan rilisnya? Kapan dijualnya di Indonesia? Kita tunggu saja, Gaes. Tujuan pembuatan lensa kontak ini sangat baik dan mempunyai dampak positif untuk orang banyak.

Kita doakan saja agar mereka segera merampungkan riset ini dan membuat lensa kontak massal dan disebar ke seluruh dunia untuk membantu mereka dengan penglihatan dan gerakan tubuh terbatas.

Demikian info terbaru untuk kalian, Gaes. Semoga bisa menambah wawasan dan ilmu, serta motivasi untuk membuat perubahan. Baik untuk diri sendiri, orang lain, dan orang-orang di sekitar kita.

Semoga bermanfaat. Salam teknologi!

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.