Pandemi Virus Corona Punya Risiko Berulang

0

Dunia sedang berjuang melawan pandemi virus corona penyebab COVID-19 yang tengah merajalela. Belum berakhir, sudah ada pakar penyakit menular asal Amerika Serikat yang mewanti-wanti pandemi virus coorna ini punya resiko untuk terjadi lagi.

Pakar penyakit menular AS Dr. Anthony Fauci mengingatkan wabah virus corona yang sedang dialami dunia mungkin adalah kejadian berulang dan bisa muncul lagi dengan lebih kuat jika tidak ada tindakan pencegahan yang tepat.

Dilansir VOA Indonesia, dalam pengarahan harian tentang virus corona di Gedung Putih, Fauci, Direktur Institut Nasional AS untuk Alergi dan Penyakit Menular, mengungkapkan, kasus virus itu mulai muncul di Afrika Selatan dan negara-negara di belahan bumi selatan, di mana musim dingin menjelang.

Ia menjelaskan jika wabah besar terjadi di daerah-daerah tersebut, ini akan menjadi indikasi kuat bahwa virus itu muncul berulang dan negara-negara di belahan bumi utara harus bersiap menghadapi putaran ke-dua perebakan virus tahun depan.

Fauci menyatakan bahwa hal tersebut memberi penekanan lebih besar mengenai pentingnya meneruskan upaya membuat vaksin yang siap tersedia apabila putaran kedua virus corona tiba, serta seperangkat obat yang bisa mengobati pasien dengan efektif dan aman.

Sementara itu, laman Worldometers secara real time pada Jumat (27/3/2020) pukul 02.02 GMT mengatakan total kasus infeksi di seluruh dunia sebanyak 531.804 kasus. Dengan rincian pasien sembuh mencapai 123.942 jiwa dan meninggal dunia 24.703 jiwa.

Amerika Serikat menjadi negara pertama dengan kasus terbanyak di atas China dengan total kasus 85.377. Per hari ini, (27/3/2020), ada 17.166 kasus baru dan 268 kematian baru di berbagai negara bagian.

Pasien yang sembuh ada pada angka 1.868 jiwa dan kasus aktif 82.214 dengan di antaranya 2.122 pasien dalam keadaan kritis ataupun serius.

Pemerintah sudah berjuang untuk menghentikan penyebaran virus dan sudah mengambil berbagai langkah untuk membatasi pertemuan publik karena orang-orang yang mungkin tidak menunjukkan gejala tetapi terinfeksi dapat menjadi pembawa,” demikian dilaporkan Kantor Berita Anadolu.

Prancis menghadapi gelombang korban meninggal terbesar dalam beberapa pekan, setelah otoritas mencatat ada 231 kematian baru akibat virus Corona Covid-19 dalam 24 jam terakhir per Kamis (26/3/2020). Hal ini menambah jumlah total kematian menjadi 1.331.

Itulah peringatan pakar penyakit menular yang mewanti-wanti pandemi virus corona ini punya resiko terulang kembali.

Sulit Bertahan di Iklim Panas

READ  Robot Pintar Masak 150 Burger dalam 1 Jam

Seperti dikutip dari Live Science, Rabu (25/3/2020), sebuah penelitian menyebutkan bahwa virus corona baru ini tidak akan menyebar secara signifikan di daerah beriklim hangat.

Hal ini berbeda dengan daerah yang memiliki kelembaban tinggi atau daerah dingin.

Walau demikian, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social Science Research Network ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Tetapi, riset itu cukup untuk menggambarkan secara sekilas bagaimana musim panas yang akan datang bisa memberikan harapan.

Dalam penelitian itu,  Qasim Bukhari dan Yusuf Jameel dari Massachusets Institute of Technology melakukan analisis kasus COVID-19 secara global.

Mereka menemukan 90 persen infeksi Virus Corona COVID-19 terjadi di daerah yang suhunya berada di antara 37,4 hingga 62,2 derajat fahrenheit (setara 3 hingga 17 derajat celcius) dan tingkat kelembaban absolut 4 hingga 9 gram per meter kubik (g/m3).

Sedangkan di negara dengan suhu rata-rata lebih besar dari 64,4 F (setara 18 derajat celcius) dan kelembaban lebih dari 9 g/m3, jumlah kasus Covid-19 yang menginfeksi kurang tidak sampai 6 persen dari total kasus secara global.

Ini menunjukkan bahwa penularan virus nCoV 2019 mungkin kurang efektif di iklim lembab yang jauh lebih hangat,” ungkap para peneliti.

Mereka juga mencatat bagaimana sebagian besar kasus transmisi Corona Covid-19 terjadi di daerah yang relatif lembab.

Tetapi, bukan berarti di musim panas orang bebas mengabaikan social distancing lalu kembali ke bar, mendatangi konser serta berkerumun.

Saya memberikan saran juga kepada kalian semua, jika merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal Virus Corona COVID-19, silakan hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119

Leave A Reply

Your email address will not be published.