Perbedaan Format TTF dan OTF

Kalian apakah juga sudah tahu, jika font ini mmepunya dua jenis format? Yaitu OTF (OpenType Font), dan TTF (TrueTypeFont).

0

Sampai saat ini, banyak sekali font menarik dengan karakteristik yang beragam. Ditambah lagi sekarang ini, banyak sekali orang yang menggunakan font custom, bahkan membuatnya sendiri.

Kalian yang suka desain atau membuat artwork mungkin sudah tidak saing dengan kata font bukan?

Sampai saat ini, banyak sekali font menarik dengan karakteristik yang beragam. Ditambah lagi sekarang ini, banyak sekali orang yang menggunakan font custom, bahkan membuatnya sendiri.

Mengenai font, kalian apakah juga sudah tahu, jika font ini mmepunya dua jenis format? Yaitu OTF (OpenType Font), dan TTF (TrueTypeFont).

Keduanya adalah salah satu jenis font yang paling banyak digunakan sekarang ini. 

Bedanya dimana? 

Jika kalian belum tahu bedanya, mari bahas bareng sampai tuntas disini. Cek kuy!

Format TTF dan OTF

Format TTF dan OTF dapat kalian temukan di situs-situs penyedia font.

Untuk kalian yang ingin mengubah font di perangkat yang digunakan, atau ingin memasangnya di aplikasi editing untuk kebutuhan desain, maka kalian harus mengenal formatnya.

Mengenal Format TTF

TTF (TrueType Fonts) merupakan salah satu format font, yang sering digunakan sampai saat ini. Kebanyakan font yang tersedia di Windows, menggunakan format TTF.

Format TTF ini sudah lama ada, sejak tahun 1980. Awalnya format ini digunakan dari kolaborasi Microsoft dan Apple, untuk membuat karakter tulisan yang dapat terbaca di printer.

Keunggulan dari format TTF adalah, mudah dipasang, sebab kompabilitasnya yang tinggi. TTF juga dapat digunakan di beberapa versi OS yang berbeda. TTp juga mendukung untuk aplikasi-aplikasi untuk mengetik dokumen (seperti Office).

Mengenal Format OTF

OTF (OpenType Fonts) merupakan format font jenis baru yang kebanyakan digunakan pada bidang desain. Utamanya di aplikasi editing, misalnya Photoshop, Corel Draw dan sebagainya.

Font ini dibuat dari kolaborasi antara Microsoft dan Adobe. Salah satu keunggulannya, format font ini dapat menyimpan sampai 65.000 karakter.

Keunggulan lainnya, OTF dapat membuat teks kombinasi dari dua karakter. Kemudian, desain karakter dari format font yang lebih beragam. Sudah tersedia format teks khusus. Mmepunyai karakter opsional, misalnya simbol tertentu.

Font yang kalian buat, dapat kalian beri tanda tangan agar creator-nya tercatat.

Biasanya, untuk ukuran keseluruhan data format OTF ini juga rata-rata lebih kecil.

Perbedaan Format TTF dan OTF

Dari beberapa pembahasan di atas kalian bisa melihat bahwa perbedaan dari keduanya adlaah, format TTF ini menjadi format dasar yang biasa digunakan pada sistem.

Kemudian format TTF juga biasa digunakan untuk pengetikan di dokumen.

Smenetara font OTF, biasa digunakan untuk keperluan desain atau editing. Disebabkan fiturnya yang beragam dan support berbagai macam karakter.

Keduanya dapat dipasang di berbagai jenis sistem.

Contoh Format Font Lainnya

Di samping TTF dan OTF, sesungguhnya masih banyak  format font lainnya yang bisa kalian gunakan.

Misalnya, PostScript yang dat Adobe dan beresolusi tinggi. Ada juga SVG atau Scalable Vector Graphics yang formatnya berbentuk gambar, tapi dapat digunakan untuk kebutuhan pembuatan font.

Yang lainnya seperti EOT atau Ebedded Open Tyope yang banyak dipakai untuk membuat website. Dan juga, WOFF atau Web Open Font Format yang menjadi format default dan banyak digunakan pada website.

Jadi tidak harus menggunakan format OTF atau TTF. Cukup sesuaikan saja dengan keperluan kalian.

Sebab penggunaan format yang berbeda, umumnya akan membuat hasil yang berbeda juga.

Baik itu format font TTF ataupun OTF, memiliki fitur tersendiri dan kelebihan tersendiri. Keduanya juga biasa digunakan untuk keperluan yang berbeda. Semoga bermanfaat. Salam teknologi!

Leave A Reply

Your email address will not be published.