Resiko Membeli Smartphone Black Market

0

Teknologi memang semakin canggih. Setiap orang berlomba-lomba mendapatkan perangkat smartphone terbaru dengan spesifikasi yang makin melejit tinggi, baik dari RAM, fitur-fitur aplikasi bawaan dan fitur kamera yang semakin bagus. Akan tetapi, kadang kita lupa bahwa saat ingin membeli smartphone dengan model terbaru, speech terbaru dan fitur paling bagus, pastinya memerlukan uang yang cukup mahal. Akhirnya, banyak orang melakukan pembelian smartphone black market atau hasil selundupan dari luar negeri dengan harga miring.

Smartphone illegal ini sering menajdi pilihan alternatif para konsumen dari berabgai kalangan yang ingin mendapatkan smartphone terbaru dengan harga miring. Karena biasanya, harganya akan sangat berbeda jauh dengan harga resmi yang beredar di pasaran. Ditambah lagi, smartphone black market dengan model baru lebih cepat masuknya daripada yang punya garansi resmi.

Walau pun begitu, meski terbilang cukup murah dan harganya miring, sebenarnya membeli smartphone black market ternyata membuat bahaya tersendiri. Bahayanya apa saja? Kali saya akan bahas tuntas di sini sekarang. Cekidot kuy..

Smartphone Black Market Tidak Bergaransi Resmi 

Tentu saja untuk smartphone black market, mereka tidak akan mendapatkan garansi resmi karena tidak melewai bea cukai. Dan bisa dikatakan smartphone kalian adalah barang ilegal. 

Artinya, kalian tidak bisa mendapatkan garansi resmi. Resikonya dimana? Nanti, saat smartphone kalian ada masalah, kalian tidak bisa mengajukan klaim ke pusat servis resmi produk smartphone tersebut.

Smartphone Cepat Rusak

Smartphone kalian memang terbaru, dan harganya miring, serta terlihat mempunyai kualitas tinggi. Akan tetapi belum tentu itu bisa menjamin aman dari ancaman kerusakan smartphone.

Kalau smartphone kalian sudah rusak, tidak akan mudak memperbaikinya. Karena smartphone ilegal tidak mempunyai garansi dan pada umumnya merupakan smartphone impor dari luar negeri. 

Smartphone kalian juga tidak dikontrol kualitasnya oleh penjual. Biasanya garansi hanya sekitar satu bulan. Parahnya lagi, bisa saja smartphone kalian rekondisi atau barang palsu. Jadi hati-hati ya, Gaes.

 

Keaslian Spare Part dan Aksesori

Aksesori biasanya sering kalian dapatkan saat membeli smartphone dan sudah ada di dalam kotak smartphone. Karena aksesori menjadi hal yang penting untuk smartphone, misal charger. 

Sedangkan jika kalian membeli smartphone black market, bisa jadi memang berkualitas tinggi. Tetapi tanpa kabel charger yang bagus maka bisa berpotensi smartphone kalian jadi cepat rusak.

Fungsi kabel charger sangat penting karena kalian akan selalu membutuhkan barang itu saat mengisi baterai smartphone.

Di black market, tidak ada jaminan keaslian dari aksesori yang kalian dapatkan. Bahkan mungkin saja spar part di dalam smartphone kalian sudah diganti dengan perangkat lainnya.

 

Rentan Pemblokiran IMEI

Maraknya peredaran smartphone black market memang sangat merugikan negara. Negara jadi kehilangan potensi pajak mencapai trilyunan rupiah. 

Tidak hanya pemerintah, smartphone balck market juga membuat kerugian di banyak pihak termasuk pengembang teknologi, operator selular, dan konsumen seperti kalian sendiri juga.

Oleh karena itulah pemerintah kini terus mencoba mencegah beredarnya penjualan smartphone black market di Indonesia. 

Jadi jika kalian ingin membeli smartphone black market, mungkin kalian perlu berfikir ulang kembali untung dan ruginya untuk kalian sendiri.

Selain was-was IMEI smartphone kalian diblokir, tidak ada yang bisa menjamin spare part smartphone kalian asli dan bisa diservis di mana saja karena terkadang ada smartphone yang khusu hanya bisa diperbaiki di pusat servis resminya saka.

Jadi bagaiman, Gaes? Pilih smartphone garansi resmi atau balck market?

Pilihan ada di tangan kalian, Gaes.

Leave A Reply

Your email address will not be published.