Semua Tentang USB Type-C Yang Harus Diketahui!

Mungkin belakangan ini kamu sering mendengar kata “USB Type-C”, atau mungkin ketika kamu ingin meminjam kabel data/charger pengisi daya,

0

Mungkin belakangan ini kamu sering mendengar kata “USB Type-C”, atau mungkin ketika kamu ingin meminjam kabel data/charger pengisi daya, teman kamu berkata “Tapi USB aku Type-C”. Nah loh? Apa ya USB Type-C ini? Dan apa keunggulannya? Lets check it out ya guys!

Mungkin belakangan ini kamu sering mendengar kata “USB Type-C”, atau mungkin ketika kamu ingin meminjam kabel data/charger pengisi daya, teman kamu berkata “Tapi USB aku Type-C”. Nah loh? Apa ya USB Type-C ini? Dan apa keunggulannya? Lets check it out ya guys!

USB Type C merupakan type baru dari Universal Serial Bus (USB) yang diperkenalkan pertama kali oleh USB Implementer Forum (USB-IF) pada tahun 2014. Saat itu pengembangannya bersamaan dengan USB 3.1. USB Type-C mempunyai plub USB dengan 24 pin yang bisa mengantarkan data digital, power, audio, dan video secara bersamaan, dan kemampuan tersebut tiak dimiliki di micro USB. USB Type-C dengan 24 pin ini juga dapat menggantikan berbagai macam konektor melalui dongle, termasuk USB Type-B, USB Type-A, HDMI, kabel audio, dan konektor 35 mm.

Bagaimana kemampuan menghantarkan daya pada USB Type-C?

Tenang saja, USB Type-C inisecara penuh mendukung spesifikasi USB Power Delivery, sehingga dapat menghantarkan daya hingga 100 W. USB Type-C dapat beroperasi dalam tegangan 5V dengan arus 1.5 A dan 3A. Sementara USB 2 beroperasi 0.5 A dan USB 3 pada 0.9 A pada tegangan yang sama.

Namun, tidak ada yang dapat menjamin setiap perangkat dengan USB Type-C ini dpat memiliki dukungan pengisian daya sesuai teori, khususnya menjamin bahwa menggunakan USB Power Delivery. Semua tergantung pula pada manufaktur, jadi jangan lupa ya untuk membaca spesifikasi teknisnya lebih teliti lagi!

Bagaimana Kecepatan Transfer pada USB Type-C?

                Pada tata letak pin baru USB Type-C memiliki implikasi dalam kecepatan transfer data dan pengiriman daya. Sehingga USB Type-C ini dirancang untuk menawarkan kecepatan transfer data yang setara dengan USB 3.1 maupun USB 3.2.

USB 3.1 dan USB 3.2 dapat menembus kecepatan transfer hingga 10 Gbps, yaitu 2 (dua) kali lebih cepat dari USB 3.0 (5 Gbps) atau dua puluh kali lebih cepat dari USB 2.0 (480 Mbps). Namun karena tuntutan kompatibiltas, hanya USB Type-C yang menggunakan standar penuh untuk spesifikasi USB .1, namun disisi lain ada perangkat USB Type-C yang masih mengimplementasikan USB 2.0

Kesmimpulannya? USB Type-C tentu tidak sama dengan USB 3.1 dan USB 3.2, namun jika standar kompatibilitasnya dipenuhi, konektor ini bisa menawarkan kecepatan tarsnfer yang sama cepat dari dua jenis spesifikasi USB tersebut.

Perlu diingat juga ya fellas, pada penggunaan dua jenis USB yang berbeda dalam satu konektor, seperti USB Type-C dengan spesifikasinya USB 3.1 dan USB Type-A dengan USB 2.0, akan membatasi kecepatan maksimal tranfer tersebut ke yang paling rendah.

Keunggulan USB Type-C?

Poin ini yang mungkin paling ditunggu-tunggu kamu ya, keunggulan dari USB Type-C ini diantaranya:

  1. Kemudahan untuk tranfer data yang lebih mudah dan cepat
  2. Mendukung fitur fast charging
  3. Fitur Reversible, yaitu mampu bekerja pada semua bagian dan tidak tergantung pada orientasi pemasangan

Bagaimana? Kini kamu sudah mengerti sepenuhnya bukan mengenai USB Type-C ini. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai selesai ya! Semoga bermanfaat! Salam teknologi 😊

Leave A Reply

Your email address will not be published.