AS Siapkan 16 Superkomputer untuk Pengobatan COVID-19

0

Wabah corona COVID-19 masih menjadi momok bagu seluruk penduduk bumi saat ini. Pilihan lock down berbagai negara membuat perekonomian mau tak mau anjlok. Banyak perusahaan merumahkan pegawainya. 

Begitu juga sekolah-sekolah diliburkan. Korban meninggal terus bertambah setiap harinya. Baru-baru ini seruan Sosial Distancing pun meluas. Ajakan bekerja di rumah dan hastag #dirumahaja jadi trending.

Semua penduduk di banyak negera terus menunggu kabar baik pengobatan COVID-19 sampai saat ini. Berbagai upaya sudah dilakukan setiap orang dan pemerintah untuk mencegah wabah makin meluas.

Masalahnya, apakah semua patuh berdiam diri di rumah, kerja di rumah, belajar di rumah, dan alasan lainnya yang mengharuskan mereka keluar rumah dan akhirnya terpapar COVID-19? Apa lagi usaha untuk memberantas wabah ini?

Dalam melawan wabah COVID-19 yang disebabkan virus corona, baru-baru ini pemerintah Amerika Serikat bekerja sama dengan perusahaan swasta dan komunitas ilmiah. Termasuk dengan mengerahkan superkomputer untuk mengatasi persoalan ini.

16 super komputer milik perusahaan raksasa teknologi sudah disiapkan dalam melawan wabah COVID-19 ini. Untuk apa superkomputer sebanyak ini?

Superkomputer kepunyaan IBM, Amazon, Microsoft, dan Google sudah dikerahkan untuk membantu para ilmuwan juga pemerintah Amerika Serikat untuk memprediksi penyebaran virus corona baru itu dan mencari obat untuk wabah corona COVID-19 tersebut.

Sebanyak 16 superkomputer itu tergabung dalam sebuah konsorsium yang diberi nama The COVID-19 High Performance Computing Consortium, demikian diwartakan CNet. Konsorsium itu akan dikoordinasikan oleh IBM.

Dengan menggabungkan kapasitas superkomputer di bawah sebuah konsorsium kemitraan, kami bisa menawarkan kekuatan komputasi super ke ilmuwan, peneliti kesehatan, dan lembaga pemerinth saat mereka merespon dan memitigasi kedaruratan global ini,” jelas Dario Gil, direktur IBM Research.

Superkomputer adalah sejenis komputer raksasa yang mampu mengisi satu gedung bertingkat sendirian, mengonsumsi listrik setara dengan pemakaian sebuah kota, serta dimanfaatkan untuk menghitung atau memprediksi simulasi ledakan nuklir, perubahan iklim, dan juga fisika kosmos.

Dalam perkembangannya superkomputer juga dimanfaatkan dalam riset medis, seperti untuk menemukan obat-obatan yang saat ini krusial dalam melawan serangan COVID-19.

Beberapa superkomputer dalam konsorsium itu dibuat oleh IBM, termasuk superkomputer Lassen di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore di California, AS yang dipacu 34.848 prosesor dan 3.168 kartu grafis.

Selain IBM, juga terlibat dalam konsorsium itu adalah layanan Amazon Web Service, Microsoft Azure, dan Google Cloud.

Summit, superkomputer tercepat di dunia saat ini yang dikembangkan oleh IBM, sudah dimanfaatkan untuk menyeleksi 8000 zat kimia yang bisa dimanfaatkan untuk membuat obat COVID-19.

Superkomputer-superkomputer itu sejauh ini telah merekomendasikan 77 bahan yang dinilai cocok untuk diracik menjadi obat COVID-19.

Itulah upaya AS dalam rangka melawan COVID-19 yang disebabkan virus corona baru melalui pemanfaatan 16 superkomputer ini.

Semoga ada jalan keluar terbaik dan wabah COVID-19 ini segera berakhir ya, Gaes. 

Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan taat pada aturan yang sudah ditetapkan untuk meminimalisir peneybaran wabah COVID-19 ini.

Demikianlah info terbaru tentang perkembangan cara pencegahan COVID-19 dari berbagai pihak agar kehidupan kembali berjalan normal dan segera ditemukan obatnya untuk kelangsungan hidup umat manusia.

Selalu siapkan hand sanitizer dan masker sesuai standar kesehatan, serta pakaian APD jika ada, atau segera mencucinya setelah bepergian dan sampai rumah. Mandi dan bersihkan diri. Jangan sentuh apapun sebelum membersihkan diri kalian ya, Gaes.

Stay dafety dan lebih baik berdiam diri di rumah jika tidak ada keperluan yang terlalu penting.

Salam teknologi!

Leave A Reply

Your email address will not be published.