Smartphone Samsung yang Gagal Total di Pasaran

0

Mendengar kata Samsung biasanya fikiran kita langsung terlintas, bagus, mewah, mahal, dan berkualitas.Ya, perusahaan teknologi raksasa ini sudah dikenal di seluruh penjuru dunia karena produk-produknya yang bagus dan berkualitas.

Sudah banyak produk smartphone terbaik dari Samsung dijual dengan harga bervariasi tapi tetap worth it untuk digunakan semua kalangan. 

Hanya saja, tidak semua smartphone Samsung yang diproduksi bisa dikatakan sukses dan berhasil di pasaran. Beberapa di antaranya malah dicap gagal oleh para reviewer smartphone dan publik. Kenapa bisa begitu?

Smartphone Samsung yang Gagal Total di Pasaran

Seperti yang kalian tahu, banyak smartphone Samsung yang jadi idola dan difavoritkan banyak orang, seperti Samsung Galaxy A50 atau Samsung Galaxy Note 10+, dan terbaru Samsung Ultra 20.

Tetapi ternyata ada juga smartphone Samsung yang gagal, bahkan terpaksa harus ditarik peredarannya dari pasaran. Kalian penasaran smartphone Samsung apa sajakah yang dicap gagal tersebut? Kalau begitu kita baca artikel ini sampai akhir, Gaes. Kuy!

Samsung Galaxy S5

Smartphone yang rilis tahun 2014 ini bisa dikatakan smartphone andalan Samsung.

Memakai OS Android 4.4.2 Kitkat, smartphone ini mengusung teknologi Super AMOLED dengan kualitas Full HD. Hanya saja, smartphone ini kalah bersaing dari pendahulunya, Samsung Galaxy S4 yang saat itu masih jadi primadona. Bahkan, penjualan Samsung Galaxy S5 secara global masih kalah jauh dibanding Galaxy S4.

Penyebabnya bermacam-macam. Mulai dari desainnya yang terbuat dari plastik sehingga jadi cemoohan publik sampai kamera 12 MP nya yang sering error saat dipakai.

Samsung Galaxy S7

Dirilis pada tahun 2016, smartphone ini begitu tenar di masanya mengingat segala macam fitur canggih yang ada di dalamnya.

Memakai prosesor Snapdragon 820 yang canggih, smartphone Samsung ini juga dilengkapi kamera belakang 12 MP kamera depan 7 MP serta baterai 3000 mAh yang lebih tahan lama. Di samping itu, smartphone ini dilengkapi dengan fitur anti air dan debu.

Hanya saja, Samsung Galaxy S7 tercatat punya masalah serius pada komponennya. Salah satunya yang paling sering dikeluhkan adalah layar ponsel yang menjadi blank saat membuka aplikasi kamera.

Selain itu, beberapa pengguna juga mengeluhkan masalah konektivitas yakni tidak berjalannya Wi-Fi dan Bluetooth. Hal ini membuat penjualan Samsung Galaxy S7 saat itu menurun drastis pada pertengahan tahun 2016.

Samsung Galaxy Fold

Tahun 2019 adalah tahun penuh terobosan dari Samsung. Salah satunya karena Samsung secara resmi mengenalkan smartphone layar lipat pertama di dunia bernama Galaxy Fold.

Sayangnya, smartphone Samsung ini punya masalah cukup serius, terutama pada bagian layar lipat di dalamnya. Sejumlah pengguna mengajukan komplain pada bagian layarnya yang begitu rapuh dan cepat rusak.

Pada bagian engsel pun, handphone disebut tidak bergerak dengan baik dan mulus. Bahkan banyak sekali video review yang menunjukkan smartphone ini mengalami blank pada layarnya setelah ditekuk.

Beberapa permasalahan hardware ini langsung membuat Samsung menarik semua Samsung Galaxy Fold di pasaran dan membuat desain ulang yang lebih kokoh dan gestur engsel yang lebih kuat.

Samsung Galaxy S6

Dirilis pada tahun 2015, smartphone yang satu ini terbilang bagus dan cukup populer. Banyak fitur canggih ditawarkan, mulai dari chip Exynos 7420 sampai sistem keamanan siber yang lebih ketat lewat platform Knox.

Smartphone ini dilengkapi pada kamera depan 5 MP dan belakang 16 MP dengan bukaan f/ 1.9. Karenanya, Samsung Galaxy S6 diklaim bisa menghasilkan kualitas foto optimal bahkan dengan cahaya minim sekalipun.

Tetapi, smartphone flagship Samsung ini dilaporkan gagal total di pasaran Jepang. Diduga, penyebab terbesarnya adalah munculnya sentimen politik antara Jepang dan Korsel selaku tempat produsen Samsung kala itu.

Hal ini berdampak fatal bagi beberapa perusahan Korea Selatan yang mempunya pangsa pasar besar di Jepang. Salah satunya Samsung dengan kerugian penjualan Galaxy S6 dan Galaxy seri S6 Edge.

Samsung Galaxy Note 7

Kalian ingat? Tahun 2016 lalu, selain merilis beberapa merk smartphone, Samsung juga meluncurkan produk smartphone andalannya, yakni seri Galaxy Note 7.

Samsung mengklaim smartphone yang mereka luncurkan itu lebih bagus dari iPhone 7. 

 Sayangnya, Samsung harus menelan ludah pahit. Beberapa waktu setelah diluncurkan, Samsung Galaxy Note 7 mengalami banyak masalah.

Salah satunya yang menjadi headline di banyak negara adalah smartphone yang tiba-tiba meledak dan menyebabkan korban jiwa dan benda, mulai dari kerusakan mobil, rumah terbakar, sampai tangan melepuh terkena ledakan smartphone.

Smartphone ini juga dilarang dibawa di beberapa penerbangan domestik dan internasional. Hal inilah yang akhirnya membuat produksi Galaxy Note 7 pun dihentikan dan semua produk di pasaran ditarik.

Samsung Galaxy Round

Smartphone ini bisa dibilang anti mainstream yakni melengkung. Bentuknya yang unik sempat menarik perhatian pasar. Sayang, ketertarikan publik tidak bertahan lama setelah mengetahui beberapa kelemahan vital pada smartphone berbodi melengkung ini. Yang pertama, Galaxy Round mempunyai bagian bodi tengah yang tebal.

Hal ini terjadi karena Samsung belum mampu memproduksi baterai melengkung secara masal. Selain itu, tampilan layar tidak sebagus dan sesempurna smartphone biasa, ditambah kaca tambahannya membuat produk begitu tebal dan berat.

Samsung Galaxy K Zoom

Asal kalian tahu, kelamahan mendasar kamera di smartphone manapun adalah mempunyai lensa yang fix alias nggak bisa di-zoom. Karena itu, penggunanya hanya bisa memakai digital zoom yang berpotesi mengurangi kualitas gambar.

 Samsung K Zoom memecahkan masalah ini dengan menggabungkan lensa zoom optik 10X (24-240mm f/3.1-6.3), alhasil sensasi mengambil foto ala kamera poket pun bisa kalian rasakan di sini.

Sayangnya, pasar tidak begitu minat dengan inovasi-inovasi semacam ini. Selain karena publik sudah terbiasa dengan smartphone konvensional yang fiturnya “itu-itu” saja, K-Zoom dianggap terlalu berat untuk ukuran handphone.

Bagaimana tidak, beratnya sekitar 200 gram, 50 gram lebih berat daripada smartphone pada umumnya. 

Itulah beberapa smartphone Samsung yang gagal total di pasaran karena berbagai faktor. Semoga artikel ini memberi manfaat dan wawasan kalia, Gaes. Terutama untuk selektif memilih smartphone sebelum membelinya.

Salam teknologi!

READ  Penjelasan Mengapa Pertumbuhan Xiaomi di Q3 Melambat

Leave A Reply

Your email address will not be published.