Supermoon Terbesar 2020 dan Rahasia Langit Merah di Jepang

0

Gaes, kalian kemarin menyaksikan supermoon tidak? Supermoon terjadi pada petang hari Selasa sampai Rabu (8/4/2020) dini hari. Menariknya, fenomena ini jadi supermoon terbesar sepanjang 2020.

“Supermoon pada 8 April 2020 merupakan puncak supermoon pada 2020 ini,” terang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di laman Facebook resminya.

Sebelumnya, sudah diumumkan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi tiga supermoon. Yang pertama suah berlangsung kemarin pada 10 Maret kemarin dan yang terakhir akan menghiasi langit pada 7 Mei yang akan datang.

Baca Juga : Alasan dan Solusi Laptop Lemot Saat Work Home .

Di samping itu, sekitar 1.400 tahun, fenomena langit merah di Jepang yang dulu menjadi rahasia dan tidak diketahui kebenarannya, kini akhirnya setelah penelitian mendalam, para ilmuwan bisa menyingkap penyebab terjadinya fenomena ini.

Dahulu, kemunculan langit merah di Jepang ini menurut saksi mata, berbentuk ekor ayam pegar seperti kipas yang mempunyai bulu-bulu berwarna merah. Hal ini jadi rahasia dalam waktu yang lama, penelitian tentang langit merah di Jepang ini  pun akhirnya segera dilakukan oleh kelompok ilmuwan.

Jepang memang dikenal dengan berbagai fenomena unik di langitnya. Dulu pun, langit Jepang pernah dihiasi warna pink yang menjadi tanda kedatangan badai saat itu.

Baca juga : Cara Pindah Bookmark Dari Satu Browser Ke Browser Lain di PC atau Laptop .

Setelah 1.400 tahun kemudian, mengutip Space.com, para ilmuwan dari National Institute of Polar Research akhirnya mendapatkan jawaban dari fenomena langit merah di Jepang ini.

Masih berupa dugaan yang dipercaya selama ini, fenomena langit merah di Jepang itu kemungkinan adalah bentuk aurora merah yang muncul saat badai magnet terjadi.

Meskipun sudah mendapatkan penyebab kemunculan langit merah di Jepang ini, ilmuwan masih belum bisa menjelaskan tentang alasan yang lebih mendetail sebab kemunculan langit merah di Jepang tersebut.

Setelah opini ini beredar, muncul lagi pendapat lainnya dari ilmuwan lain. Menurut ilmuwan tersebut, fenomena ini bisa saja terjadi akibat komet yang melintas. Tetapi, pendapat ini kembali dibantah karena komet jarang mempunyai warna merah.

Baca Juga : Cara Download Film di Smartphone dan Laptop Praktis .

Disebabkan terjadi perdebatan tentang hal ini, tim ilmuwan ini lalu mengubah sudut pandang dengan berdasar pada garis lintang magnet di Jepang pada tahun 620 saat fenomena langit merah di Jepang ini pertama kali muncul.

Waktu itu, garis lintang magnet Jepang berada pada angka 33 derajat, sedangkan tahun 2020 ini, garis lintang magnet Jepang berada di angka 25 derajat.

Fenomena langit merah di Jepang ini terbentuk dengan panjang sampai 10 derajat dan berada tepat di lokasi yang sama dengan terjadinya badai magnet yang kuat.

Dengan demikian, para ilmuwan semakin yakin bahwa fenomena langit merah di Jepang tersebut adalah aurora yang muncul karena dipengaruhi oleh medan magnet yang ada.

Meskipun yakin dengan jawaban akan fenomena langit merah di Jepang, sampai saat ini para ilmuwan terus melakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam mengenai fenomena unik tersebut.

Baca Juga : Cara Mengatasi Smartphone Tidak Terkoneksi Wifi.

Apakah ini adalah pertanda yang sama seperti dulu akan terjadi badai hebat? Ataukah ada kejadian lain yang akan menimpa Jepang nantinya setelah misteri ini terkuak? Para ilmuwan masih melakukan penelitian sampai hari ini.

Demikianlah, Gaes. Sekilsa info pengetahuan untuk kalian menambah wawasan. Semoga bermanfaat dan memberikan ilmu baru tentang kejadian yang ada di luar negeri sana, di Jepang.

Jangan lupa untuk terus update berita dan informasi terbaru yang selalu diupdate baik seputar ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk juga tips keren dan review produk, juga gamde terbaru dan rekomendasi untuk kalian menemani aktivitas #dirumahaja.

Semoga bermanfaat!

Leave A Reply

Your email address will not be published.