Tips Mengatur Keuangan Pribadi

Masalah financial pasti akan memusingkan. Oleh sebab itu, kalian perlu mengatur keuangan agar kehidupan finansial kalian jadi lebih baik. Bahkan, terhindar dari hutang.

0

Penghasilan sebanyak apapun tidak bisa menjamin kesejahteraan hidup kalian kalau kalian sendiri tidak mengatur keuangan pribadi yang baik.

Kalian sedang bekerja? Pasti berharap punya gaji atau pendapatan ang besar bukan? Tapi bagaimana cara mengatur keuangan yang baik?

Pastinya akan sangat menyedihkan apabila kalian memiliki gaji atau penghasilan yang besar, misalnya saja di atas Rp20 juta tapi jumlah utang dan tagihan kalian lebih dari 70 persen dari penghasilan dan kalian tidakdapat menabung atau melakukan investasi.

Penghasilan sebanyak apapun tidak bisa menjamin kesejahteraan hidup kalian kalau kalian sendiri tidak mengatur keuangan pribadi yang baik.

Termasuk, orang kaya sekalipun juga akan ditimpa stres sampai depresi apabila mereka tidak mengatur keuangan dan menata penghasilan dan pengeluarannya.

Masalah financial pasti akan memusingkan. Oleh sebab itu, kalian perlu mengatur keuangan agar kehidupan finansial kalian jadi lebih baik. Bahkan, terhindar dari hutang.

Bagaimana caranya? Berikut detailnya.

Mempunyai Catatan Keuangan Pribadi

Tanpa kalian mempunyai catatan keuangan pribadi, kalian tidak akan dapat mengatur keuangan pribadi dengan baik.

Catatan keuangan pribadi punya banyak manfaat. Ini merupakan sebuah langkah paling dasar yang harus kalian lakukan secara konsisten.

Dengan mencatat keuangan pribadi, kalian bisa melacak kemana saja uang yang kalian hasilkan tersebut dikeluarkan.

Di samping itu, kalian bisa mengetahui pengeluaran apa saja yang dapat dikurangi atau ditambah nominal-nya sesuai keperluan.

Ini juga bermanfaat dalam merancang tujuan keuangan, kalian bisa mengetahui kekuatan keuangan kalian untuk memperoleh tujuan keuangan dengan rentang waktu tertentu.

Contohnya, kalau kalian memiliki tujuan keuangan dalam 5 tahun ke depan untuk membeli sebuah rumah dengan cara KPR seharga Rp300 juta, maka rencanakan dari sekarang dengan menabung uang mukanya minimal sebesar 30 persen, yaitu Rp90 juta selama waktu tertentu, sesuai kemampuan finansial.

Buat Anggaran Bulanan

Dalam membuat anggaran keuangan pribadi bulanan, ada formula yang bisa kalian pakai 40-30-20-10, dengan bentuk pembagian ini.

Alokasikan 40 persen penghasilan untuk biaya pengeluaran sehari-hari, misal biaya tagihan bulanan sampai keperluan belanja sehari-hari. Lalu, alokasikan 30 persen penghasil untuk membayar cicilan utang jika ada.

Kemudian 20 persen dari penghasilan berikutnya untuk tabungan investasi masa depan finansial lebih baik. Terakhir, 10 persen untuk donasi seperti zakat atau persepuluhan.

Atur Pengeluaran degan Bijak

Pengeluaran pertama yang harus kalian bayarkan yaitu pajak atau potongan.

Umumnya, bagi para pekerja atau karyawan, pajak ini otomatis akan dipotong dari gaji setiap bulannya sehingga kalian mendapat gaji bersih yang sudah dipotong biaya pembayaran pajak.

Di samping itu, potongan untuk jaminan sosial bagi pekerja seperti BPJS Ketenagakerjaan juga telah terbayar secara otomatis.

Pengeluaran lainnya yang perlu diatur dalam mengatur keuangan pribadi yaitu donasi seperti zakat atau sodaqoh. Biasanya sebesar 5 hingga 10 persen dari penghasilan.

Berikutnya, untuk membangun kekuatan finansial yang baik kalian perlu memprioritaskan tabungan lewat kendaraan investasi.

Menabung di bank saja tidak cukup sebab jumlah bunga rata-rata yang diterima satu tahun saja tidak sebanding dengan potongan administrasi bulanan yang sekarang ini cukup besar, ditambah lagi dengan tingkat inflasi yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Oleh karena itu, ada baiknya berinvestasi lewat beragam instrumen investasi yang sangat menguntungkan untuk membangun mesin pencetak keuangan pribadi dan menyiapkan masa depan finansial yang lebih baik.

Dari tabungan investasi ini, kalian dapat juga menambah penghasilan dengan membangun usaha dari penghasilan investasi yang kalian terima.

Buat Dana Darurat dari Tabungan Investasi

Ada banyak kejadian atau musibah yang tidak bisa diprediksi, sehingga perlu dana darurat.

Umumnya, untuk single atau belum berkeluarga, sebesar 6 kali total pengeluaran per bulan. Yang sudah berkeluarga tapi belum punya tanggungan anak, kumpulkan dana darurat sebesar 9 kali total pengeluaran bulanan.

Sementara keluarga yang sudah ada tanggungan anak, mereka dana darurat sebesar 12 kali total pengeluaran bulanan.

Bayar Utang atau Cicilan

Jika kalian memiliki hutan, prioritaskan dahulu untuk bisa melunasinya satu persatu.  Selamat mencoba!

Leave A Reply

Your email address will not be published.