Vpn Gratis Berbahaya! Ayo Stop Pakai VPN Gratis!

0

Dibalik manfaat Virtual Private Network (VPN) yang dapat mengakses internet lebih luas tanpa blokir, ada beberapa alasan VPN dapat membahayakan, jika tidak dicermati dan digunakan tidak berhati-hati. Beberapa di antaranya adalah aktivitas data yang dipantau hingga ancaman terhadap keamanan perangkat. Berikut alasan lain dari bahaya menggunakan Vpn Gratis Berbahaya:

  1. Mengancaman Keamanan Perangkat

Salah satu fungsi utama VPN adalah melindungi akses internet pengguna dari hacker. Namun dari studi terbaru, beberapa aplikasi VPN gratis malah terinfeksi oleh malware. Kebanyakan malware itu ternyata berhubungan dengan iklan yang tampil di aplikasi VPN. Seperti diketahui, VPN gratis biasanya menghadirkan iklan untuk mendapatkan pemasukan.

Dari penelitian CSIRO, lebih dari 38 persen aplikasi gratis VPN mengandung malware alias program berbahaya.  Malware bisa datang dalam bentuk apa pun dan yang tersembunyi pada VPN bisa mencuri data dan digunakan untuk menargetkan iklan dan email spam pengguna. Selain itu juga bisa membajak akun secara onlineMalware juga bertanggung jawab untuk mencuri uang dan barang atau produk digital. Kejahatan lainnya seperti mengunci atau mengenkripsi perangkat dan meminta imbalan untuk mengembalikannya.

  1. Mengumpulkan data pribadi

Vpn Gratis Berbahaya dapat melacak untuk mengumpulkan data pribadi penggunanya. Studi CSIRO mencatat, 75 persen dari 283 VPN mengandung pelacakan pada kode sumber. Pengumpulan data ini bisa bernilai bagi iklan dan juga analitik.

Salah satu contohnya layanan VPN gratis berbasis Kanada, Betternet. Aplikasi itu dilihat CSIRO mengandung 14 tracking libraries yang berbeda, selain juga ditemukan keberadaan malware tingkat tinggi.

  1. Memantau Data Akses Pengguna

Bahaya lain yang cukup sering ditemui di aplikasi Vpn Gratis Berbahaya adalah pemantauan aktivitas online perangkat yang memasangnya. Hal ini berdasarkan studi yang menyebut 72 persen aplikasi VPN disematkan pelacak pihak ketiga.

Pelacak tersebut biasanya disusupkan untuk mengumpulkan data aktivitas online pengguna yang memakainya. Biasanya, data tersebut digunakan pengiklan untuk memperlihatkan iklan tertarget.

  1. Mencuri Bandwidth

Sejumlah bisnis menggunakan VPN gratis untuk mencuri bandwidth dan menjualnya kembali pada pihak ketiga. Salah satu contohnya layanan berbasis di Israel, Hola VPN. Layanan ini diketahui telah mencuri bandwidth dan dengan curang menjual lewat sister company, Luminati.

Dalam kebijakan sistemnya, Hola mengakui mereka mungkin akan membagikan data pengguna dengan pihak ketiga.

  1. Membatasi Kuota Internet

Salah satu kekurangan lain dari aplikasi VPN gratis adalah mereka membatasi jumlah kuota saat terhubung dengan internet. Jadi, penguna hanya dapat mengakses internet melalui VPN dengan kuota tertentu, semisal 2GB.

Untuk itu, pengguna yang ingin mengakses internet melalui VPN dengan lebih leluasa harus merogoh kocek terlebih dulu. Adapun harga yang ditawarkan juga beragam, tergantung penyedia layanan.

  1. Membanjiri Pengguna dengan Iklan

Mengingat aplikasi VPN ini gratis, pengguna tentu akan dibanjiri dengan iklan. Hal ini memang kerap mengganggu pengguna dan tidak jarang membuat bingung.

Kehadiran iklan tidak sekadar mengganggu, tapi mereka juga dapat mempercepat kecepatan internet atau memancing pengguna masuk ke situs berbahaya.

  1. Kebocoran data

VPN yang baik seharusnya mengamankan dan melakukan enkripsi pada trafik antara perangkat dengan server VPN.  Namun sejumlah layanan VPN baik yang gratis dan berbahaya, ditemukan banyak yang membocorkan data pengguna. Kebocoran berasal dari IP address dan DNS, masalah yang kerap terjadi di VPN gratis.

Penelitian CSIRO menemukan 84 persen VPN gratis membuka IPv6 pengguna yang nyata dan unik secara global. Selain itu juga 60 persen VPN gratis membocorkan permintaan DNS, ini membuat history dan lokasi browser pengguna terbuka.

  1. Penipuan

Dengan kejahatan yang sudah disebutkan tadi, akibat penggunaan bisa mengalami pencurian identitas serta penipuan secara finansial.

Vpn Gratis Berbahaya! Ayo Stop Pakai VPN Gratis.

Hotspot Shield memberikan akses pada pihak ketiga untuk data pengguna mereka. Model bisnis yang terjadi pada VPN gratis membuat layanan itu sangat berbahaya. Namun, pastinya tidak semua layanan VPN itu berbahaya jika bisa kita cermati. Ada beberapa layanan aplikasi VPN yang dapat diakses secara gratis dan aman, bahkan tanpa iklan contohnya aplikasi 1.1.1.1 atau TunnelBear. Aplikasi VPN ini lebih rentan terhadap akses yang berbau perbankan atau keuangan, maka dari itu harus amat berhati-hati menghindari hal yang tidak diinginkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.