WhatsApp Batasi Forward Pesan Cegah Menyebarnya Hoax

0

Aplikasi WhatsApp saat ini memang menjadi aplikasi chat terpopuler, bahkan termasuk juga menjadi sarana penyebaran hoaks atau berita bohong. Tetapi aplikasi milik Facebook ini tidak tinggal diam.

Dikutip dari The Verge, WhatsApp memberlakukan pembatasan yang cukup ketat untuk mencegah penyebaran hoaks.

WhatsApp sekarang melakukan pembatasan forward pesan atau meneruskan pesan saat terindikasi sudah banyak diforward para pengguna.

Baca Juga : Whatsapp Akan berhenti Pengoperasian Pada Ios 8 dan Android Gingerbread.

Seperti kita ketahui, banyak pesan viral di WhatsApp karena diteruskan atau forward oleh penggunanya. Dari grup ke grup, atau dari personal ke personal. Mulai dari konten lucu, video lucu, doa, kata mutiara, informasi bermanfaat, banyak di-foward pengguna. Tak terkecuali pesan hoaks.

Oleh sebab itu, mulai hari kemarin, Selasa (7/4/2020) WhatsApp memberlakukan pembatasan forward pesan. Ini dilakukan untuk menghambat penyebaran hoaks yang lebih luas.

Pengumuman kebijakan baru tersebut diumumkan WhatsApp melalui postingan blog perusahaan, pada Selasa (7/4). Menurut WhatsApp, setiap pesan yang telah diteruskan atau forward sebanyak 5 kali hanya akan bisa diteruskan untuk satu orang saja.

Sedangkan untuk sebuah pesan yang sudah di-forward berkali-kali, hanya bisa diforward sekali saja oleh pengguna WhatsApp dalam satu waktu.

Baca Juga : Fakta Akurat Soal Corona Awas Termakan Hoax.

Cara ini akan mencegah penyebaran sebuah pesan, begitu juga sebuah hoaks. Terlebih kondisi dunia yang seperti sekarang.

WhatsApp mengatakan dalam blog perusahannya, bahwa pengguna tidak perlu serta-merta menganggap bahwa forwarding message merupakan hal yang buruk. Tetapi, WhatsApp percaya dengan tindakan membatasi pesan forward penting untuk menjaga privasi pesan pengguna sekarang ini.

Baca Juga : Cara Menggunakan Chatbot Whatsapp Covid 19 Kemkominfo .

Menurut laporan The Guardian, karena enkripsi yang dipakai WhatsApp, perusahaan tidak bisa melihat konten pesan yang dikirim pada platform-nya. Hal tersebut membuat WhatsApp tidak dapat mencegah hoaks secara langsung dengan memakai strategi moderasi seperti yang dilakukan oleh Facebook atau Twitter, yang bisa menghapus konten berbahaya yang ditandai.

Baca Juga : Permainan Lewat Whatsapp Yang Kreatif.

Untuk penggantinya, WhatsApp memberikan tanda dan menginformasikan pesan forward yang sering diteruskan. Umumnya, pesan yang sudah diteruskan diberi tanda dengan ikon panah ganda. Kalian juga dapat melihat sudah berapa kali pesan forward yang kalian terima diteruskan lewat detail message.

Baca Juga : Cara Top Diamond Free Fire di Aplikasi Dana.

Di samping itu, WhatsApp juga sudah beberapa kali mengubah kebijakan pesan forward mereka. Sampai 2018, contohnya, pengguna bisa meneruskan pesan ke 250 grup sekaligus, sebelum selanjutnya dikurangi menjadi 20 pada tahun yang sama.

Baca Juga : Cara Mengaktifkan Fiter Timer Di Sporty Android .

Sedangakan di tahun 2019, WhatsApp selanjutnya mengurangi jumlahnya menjadi lima, sebelum berkurang sampai satu seperti sekarang ini.

Baca Juga : Cara Menjadwalkan Pesan dan Membuat Status Warna di Whatsapp .

WhatsApp menyatakan langkah-langkah ini mengurangi penerusan pesan sebesar 25 persen secara global.

Baca Juga : 7 Rekomendasi Aplikasi Belanja Sayur Segar Online .

Walaupun begitu, belum diketahui apakah strategi WhatsApp ini bisa berhasil untuk menekan hoaks Covid-19  di platform mereka. Karena, pengguna tetap dapat menyebar hoaks baik sadar ataupun tidak hanya dengan mengirimkannya ke orang lain.

Kominfo dan WhatsApp Kerjasama Hadirkan Chatbot

Sebagai upaya memberikan informasi tentang virus corona yang memicu COVID-19, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan WhatsApp menghadirkan chatbot khusus.

Layanan hotline gratis dengan chatbot dari Kominfo dan WhatsApp ini bisa menjawab pertanyaan tentang virus corona baru pemicu penyakit Covid-19.

Hotline dari WhatsApp ini diumumkan Menteri Komunikasi Johnny Plate dalam jumpa pers terkait virus corona, Kamis (19/3/2020) di Jakarta.

Baca Juga : Cara Membuat Portrait dan Landscape di Word.

Platform chatbot ini akan memakai chatbot untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari publik.

Itulah kolaborasi WhatsApp dan Kominfo dalam menghadirkan chatbot untuk menjawat pertanyaan publik dan memberikan informasi.

Semoga kita semua bisa melewati wabah ini dengan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan ya, Gaes.

Jangan lupa perhatikan WhatsApp saat ingin meneruskan pesan. Jangan sampai kalian terhalang beromunikasi hanya karena pihak WhatsApp kini membatasi para penggunanya yang ingin meneruskan pesan.

Salam teknologi!

Leave A Reply

Your email address will not be published.